When luck meets money

Masih ingat hadiah yang gue dapat dari koran lokal karena menang “best picture of the week” dua minggu yang lalu? Untuk cerita lengkap menangnya bisa dibaca di post yang ini yaaa. Dari kontes foto tersebut gue berhak mendapatkan 2 lembar lotere. Yes ga salah baca.. Lo..te..re.. Tapi OOT bentar yah ngomongin lotere bentar nih.. Di Swedia, sepanjang hasil pengamatan gue selama ini, cukup tinggi juga loh budaya judinya. Kok bisa...

Rejeki Instagram

Seperti yang sudah kalian tau, semenjak ada Jo gue jadi rajin banget update Instagram (IG) dengan berbagai foto terbarunya Jo. Ada yang diambil candid pakai kamera HP dan aja juga hasil foto session iseng menggunakan DSLR. Dan seperti yang kalian tau juga, terkadang di IG suka ada kuis atau kontes-kontes foto yang diadakan baik oleh perorangan atau brand/toko/majalah dengan berbagai macam hadiah. Lumayan yah neeeek, iseng-iseng berhadiah pan.. Pengalaman gue...

Ga makin pinter!

Pernyataan tersebut rasanya cukup tepat untuk mendeskripsikan kemampuan berbahasa gue sekarang yang mulai ga karuan ini.  Sepertinya sih kehancuran berbahasa gue ini disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari yang terbiasa berbicara nyampur sari dengan tiga bahasa — Swedia, Indonesia dan Inggris sama suami di rumah. Keliatannya gaya yaaaah ngobrolnya pakai tiga bahasa, tapi kalo tiga-tiganya jadi ga karuan gini lah ya kepiyeeee??  Kalau ditelaah satu persatu sih, untuk komunikasi dalam bahasa Indonesia tentunya gue masih lancar karena...

Under the sunset sky

Sepertinya udah lama banget gue dan Bubu ga nambah armada *haiyah.. dikata kopaja* fotografi milik kami berdua. Rasanya terakhir kali beli lensa itu sekitar akhir tahun 2012 dan setelah itu sepi. Nah karena gue mulai belajar potrait photography dan kebetulan juga (InsyaAllah) gue diminta untuk fotoin salah satu teman di sini jadilah gue dan Bubu kepikiran untuk nambah lensa yang memang cucok buat foto potrait. Setelah capcipcup lihat sana sini pada akhirnya pilihan jatuh ke Canon...