Jo’s Stuff: The review

Sewaktu hamil dulu, browsing review beberapa barang baby yang jadi incaran adalah salah satu kegiatan favorit gue. Ya namapun ga mau salah beli kan yaaa jadilah semuanya dibacain. Nah kali ini gantian gue yang ingin sharing review beberapa barangnya si baby Jo (dan juga ibunya) yang sudah sering dipakai dan masih aktif dipakai sampai sekarang Jo berumur 9 bulan. Siapa tau aja ada bumil yang lagi bingung memilih produk mana yang cucok buat dibeli dan tersasar kesini.. hihihi…

Oh iya, karena posting ini sifatnya review jadinya akan gue sebut merek dan tipenya secara jelas yaaa..

Yaks.. mari kita mulai…

Disclaimer: Semua produk yang ada di post ini merupakan koleksi pribadi dan bukan merupakan produk berbayar. 

* * * *

Baby Gym: Fisher-Price Rainforest™ Melodies & Lights Deluxe Gym

josefin-babygym-blog-04

Karena sehari-harinya gue lebih banyak menghabiskan waktu sama Jo berduaan aja tanpa ada yang bantu jadilah gue ngerasa butuh banyak mainan supaya si Jo ga gampang bosen kalau ditinggal sendirian sewaktu gue masak atau beberes. Karena dulu rockernya kurang bervariasi mainannya jadilah gue minta bubu untuk beliin Jo Baby Gym. Apalagi setelah gue baca-baca, baby gym termasuk salah satu mainan anak yang cukup berguna untuk merangsang perkembangan fisik dan cocok untuk tummy time. Model ini gue pilih karena review positif-nya paling banyak di Amazon. Hihihi

(+)

  • Jenis mainan cukup banyak dan beragam. Ada kricikan, cermin, boneka, dll yang bisa menjadi alternatif mainan si anak. Posisi mainannya pun bisa dipindah-pindah tergantung kebutuhan.
  • Warnanya ceria dan mencolok.
  • Lagu-lagu yang bisa dipasang adalah lagu anak-anak dengan nuansa island. Ga nyebelin buat ortunya juga kalau didengerin keseringan.
  • Level suaranya ada dua. Tapi yang terkecil pun udah cukup menarik perhatian si kecil.

(−)

  • Matrass-nya bisa dibilang tipis kalau dibandingkan merek lain yang gue liat dipasaran. Kecuali baby gym-nya ditaro di atas karpet, baru lebih nyaman kali ya.

Verdict: Dari bayi sampai sekarang Jo udah berumur 9 bulan, baby gym ini masih awet kepake walaupun cara penggunaannya udah beda. Kalau dulu dipakai sebagai tempat tummy time dan latihan putar-puter badan, udah gede gini baby gymnya dipakai buat mainan sembari duduk. Terkadang malah dipakai untuk latihan dia berdiri. Item-item yang dulunya digantung juga sekarang bisa mainin secara individual, tergantung anaknya lagi suka yang mana. Favoritnya si Jo sih kaca dan boneka monyetnya.. hahaha.. Sayangnya karena matrasnya tipis, jadi pas si Jo lagi latihan puter-puter badan suka stress sendiri liat dia gedebak gedebuk bolak balik.

* * * *

Breast Pump: Medela Swing

medela2

Setelah pulang dari RS gue dan Bubu memutuskan untuk ga langsung membeli breast pump. “Liat dulu beneran butuh apa ga”, kata si suami saat itu. Eh ternyata beneran baru beberapa jam di rumah udah berasa kalau ASI butuh dipompa dan akhirnya doski tergopoh-gopoh balik ke RS untuk nyewa breastpump-nya RS yaitu Medela Symphony. Yuk marii..

Eniho, karena ga mungkin lama-lama nyewa punya RS akhirnya gue mulai nyari breastpump yang sekiranya mirip sama si Symphony. Setelah cari-cari ketemu si Medela Swing ini.

(+)

  • Ukurannya kecil dan ringan. Ga nyusahin kalau butuh dibawa kemana-mana.
  • Bisa menggunakan baterai.
  • Karena elektrik jadi tangan ga cape mompa.
  • Level kuatnya hisapan pompa bisa diatur sesuka kita.
  • Ga berisik.
  • Paketnya udah termasuk 1 botol susu dan dot calma, yang cocok buat nuborn karena air susunya ga akan keluar kecuali anaknya yang sedot. Jadi bantu anaknya supaya ga bingung puting.

()

  • Hanya untuk satu pompa. Jadi kalau butuh mompa kedua PD cukup makan waktu karena harus gantian.
  • Ga ada layar monitor yang memperlihatkan level hisapan layaknya Medela Symphony.

Verdict: Gue suka banget si Medela Swing. Pemakaiannya nyaris sama seperti si Symphony yang harganya gue rasa jauuuuuuuuh di atasnya. Memang ga senyaman yang bisa langsung dua pompa, cuma untuk gue yang mompanya memang cuma sering satu PD aja udah cukup. Ditambah lagi si Swing ini bisa pakai baterai, jadi kalau mati lampu (ya kali aja gitu kan di Swedia byarpet) pompanya masih bisa digunakan. Tapi sampai sekarang belum pernah nyoba kalau pakai baterai sih. Untuk botol susunya pun gue suka banget. Si Jo sempet bingung puting sebentar, tapi ga lama langsung lancar nyusu dari botol dan PD.

Oh iya bagi gue punya breast pump itu ternyata bantu banget dikala puting lagi luka dan syakitnyaaa luarbiasa kalau dipakai menyusui secara langsung. Haah.. those dark and scary days.. Sungguh deh. :fear:

* * * *

Baby Carrier: Ergo Baby Original – Bundle of Joy

Selain menggunakan stroller, gue dan Bubu juga menggunakan baby carrier untuk membawa Jo jalan-jalan. Dari beberapa merek yang ada di Swedia, yang paling umum itu Baby Björn karena emang merek ini merek lokal. Tapi setelah tanya teman-teman di grup WA dan baca review kok banyak yang nyaranin Manduca atau Ergo Baby yang agak ga familiar di pasar Swedia (terutama Manduca). Hasil browsing sana sini ternyata kedua merek tersebut dijual di toko bayi deket rumah.. yippiiieee.. artinya bisa dicoba dulu niih. Setelah proses pemilihan yang sangaaaaat sulit (keduanya hampir mirip bentuknya dan harganya juga nyaris sama), gue pilih Ergo Baby deh.

(+)

  • Infant insert-nya bisa dipakai dari lahir dan terlihat lebih nyaman untuk anak yang berbadan kecil karena bentuknya seperti kepompong.
  • Ga sakit dipunggung jika dipakai lama karena berat badan sang anak dibagi merata.
  • Bentuknya sporty, cocok dipakai sama papanya.
  • Ada tiga posisi gendongan – depan, belakang dan samping.
  • Ada penutup kepala yang bisa dipakai kalau lagi panas terik atau lagi menyusui.

(−)

  • Bentuknya yang sporty dan bulky dibanding merek lain seperti baby björn misalnya bikin mamanya susah bergaya kalau dipakai jalan-jalan (ini penting yaaa) 😛
  • Ukurannya lumayan besar, kalau dibawa-bawa agak rempong juga nyimpennya.
  • Anak ga bisa menghadap depan sewaktu digendong di dada.

Verdict: Alasan utama kenapa gue pilih Ergo Baby dibanding Manduca saat itu adalah karena Ergo punya Infant Insert yang kepake banget buat Jo yang berbadan kecil, walau sebenernya sih dari segi kenyamanan rasanya Manduca emang sedikit lebih enak dipake. Bentuknya yang sporty bikin si Bubu ga keberatan untuk pakai carriernya berkali-kali kalau kita lagi jalan-jalan. Sayangnya dibanding Baby Björn, ukurannya Ergo ini agak bulky, jadi kalau udah bawa stroller pasti males bawa carrier karena ngabisin tempat di basketnya. Penutup kepalanya adalah salah satu fitur favorit karena berguna banget buat ngasih ASI kalo mendadak anaknya cranky. Ketutup banget soalnya!

* * * *

Stroller: Bugaboo Buffalo

sofiero-05-blog

Untuk pemilihan stroller rasanya udah gue bahas tuntas di posting yang ini yaaah.. Jadi alasan untuk milih si Bugaboo ini bisa dibaca di sana.

(+)

  • Cocok buat outdoor, dibawa ke hutan/taman.
  • Mudah dimanuver di tempat sempit.
  • Modelnya manis dan ga terlihat bulky banget kayak tank.
  • Tinggi gagang yang bisa diatur cocok banget untuk keluarga dengan ayah ibu yang punya tinggi berbeda (macam saya sama Bubu gitu lah :P)
  • Gagangnya kuat menahan beban sampai 6 kg (walaupun ga ngerti juga sih bawa apaan di tas sampe bisa 6 kg) dan ga perlu takut stollernya jumplang kalau digantungin tas walaupun anaknya ga lagi duduk.
  • Posisi duduk yang bisa diatur dari tiduran sampai duduk banget.
  • Basket di bagian bawah stroller juga besaaaaaar. Lumayan kalau lagi belanja harian ga perlu bawa plastik banyak-banyak tinggal taro situ aja.
  • Compatible dengan beberapa merek carseat. Jadi kalau lagi jalan-jalan, ga perlu bawa seatnya, cukup pakai car seat aja dengan tambahan adaptor.
  • Kursinya bisa menghadap depan atau belakang. Berhubung Jo masih kecil banget, gue lebih nyaman kalau bisa liat dia setiap saat ketika jalan-jalan. Anaknya pun seneng juga kalau liat ortunya.
  • Kanopinya panjaaaaang. Kalau gerimis atau panas, si anak terlindungi secara maksimal. Misalnya lagi tidur pun jadi ga keganggu.
  • User friendly! Ga perlu baca buku manual berkali-kali untuk ngerti cara ngutak ngutik fiturnya.
  • Warna kanopinya bermacam-macam dan bisa diganti sesuai selera.

(−)

  • Walaupun ga terlihat besar tapi ukuran aslinya lumayan juga dan cukup menghabiskan tempat di bagasi, terutama kalau masih menggunakan bassinetnya.
  • BERAT! Berat strollernya aja udah 12,3kg.
  • Agak ga fleksible kalo dibawa jalan-jalan ke luar kota atau LN.
  • Harga aksesorisnya lumayan juga.
  • Harga di Swedia termasuk mahal, jadi ngakalinnya harus beli dari toko di LN.
  • Rain covernya agak sulit dipasang. Haaaah!

Verdict: Stroller ini udah jadi stroller incaran dari awal hamil dan setelah dipakai selama 9 bulan bisa dibilang gue puaass banget sama si bugs. Waktu Jo masih nuborn bassinetnya bisa dipakai sebagai tempat bobok kalau lagi main ke rumah temen/mertua yang kebetulan ga ada baby box. Framenya pun setelah dilipat ga terlalu ngabisin tempat, berguna untuk masuk ke ruangan yang pintunya sempit. Big downfallnya hanya dibobotnya yang luar biasa (12,3 kg) dan bikin stroller ini ga cocok untuk traveling. Tapi anehnya meskipun berat stroller ini masih gampang dikontrol pergerakannya walaupun hanya pake satu tangan aja. Untuk masalah harga, kalau di Swedia sih asal tau dimana belinya (kayak gue akhirnya beli dari toko online di Belanda) harganya masih cukup kompetitip dibanding merek lainnya seperti Emmaljunga atau Brio.

* * * *

Car seat: Maxi Cosi Cabrio Fix

carseat

Awalnya karena kami berdua ga punya mobil kebutuhan untuk beli car seatnya Jo pun ga menjadi prioritas utama. Waktu itu kami mikirnya “yah bisalah nanti pinjem carseat kakak ipar dulu” yang memang kami lakukan waktu Jo baru lahir. Tapi setelah dipakai 2x kok rasanya car seat tersebut udah ga lengkap ya? posisi Jo jadi keliatan menekuk banget dan setelah dicompare antara foto di internet dan barang aslinya ternyata baru ketauan kalau bantalan di bagian bawah carseat udah dicopot karena memang keponakan udah cukup besar dan setelah ditanya bantalannya udah ga tau kemana. Dari situ kami memutuskan untuk beli carseat sendiri. Kesian aja sama si Jo kalau posisi duduknya salah terus dan takutnya pengaruh juga ke pertumbuhan tulangnya. Belum lagi artinya emang ga aman kan buat dia.

Berhubung kami maunya carseat yang bisa dipasang ke stroller, optionnya langsung terpangkas menjadi beberapa model aja sesuai adaptor yang tersedia. Dan setelah proses eliminasi yang ketat, kami memilih Maxi Cosi Cabrio Fix ini.

(+)

  • Ringan.
  • Bisa dipakai dari 0 – 12 bulan (atau 13 kg)
  • Rear facing alias posisi anak menghadap ke belakang yang memang posisi paling aman untuk bayi dibawah 15 bulan.
  • Adaptornya cocok untuk bugaboo dan beberapa merek ternama lain seperti Quinny.
  • Bisa dipasang menggunakan seat belt biasa atau tambahan isofix (jadi ga butuh seat belt lagi kalau seatbeltnya pendek dan posisinya bisa ditaruh dibagian tengah)
  • Ukurannya ga bulky, jadi walaupun dipasang di mobil kecil masih muat untuk 2 orang dewasa duduk di sebelahnya.
  • Covernya bisa dicopot dan dibersihkan.
  • Extra padding di bagian kepala nyaman banget untuk newborn dan bisa dicopot sewaktu anaknya mulai besar.
  • Ada kanopinya, jadi kalau dibawa jalan-jalan menggunakan stroller bisa melindungi anak dari cahaya matahari.
  • Bisa dijadiin rocker juga di rumah.

(−)

  • Kanopinya kurang panjang, masih butuh ditutup kain kalau lagi panas banget.
  • Kebetulan carseatnya Jo berwarna merah terang dan bahannya sempet luntur ke bajunya Jo. Tapi itu juga cuma sekali sih.

Verdict: Terlihat dari minimnya daftar di kolom minus, gue cukup puas dengan carseat ini. Ukurannya yang mungil ga ngabisin tempat di baris belakang dan karena kami seringnya nebeng teman (yang terkadang harus umpel-umpelan bertiga), kursinya masih cukup lowong dan ga sempit. Untuk dipasang di stroller juga gampang banget. Tinggal pasang adaptornya aja dan langsung taro deh. Begitu juga ketika dipasang di mobil juga ga ada masalah. Soal kenyamanan, waktu masih nuborn si Jo biasanya langsung pules bobok begitu ditaro di carseat dan mobil mulai berjalan. Sekarang udah gedean sih suka rada cranky sedikit, tapi lebih karena emang udah pingin main kali yaaaa. Sayangnya, seperti yang udah gue tulis di atas, kanopinya pendeeek banget. Jadi kalau lagi panas-panasnya, gue selalu kasih selimut atau kain di atasnya supaya Jo ga kesilauan atau kena matahari langsung.

Btw dari beberapa sumber yang gue baca banyak yang menyarankan untuk tidak beli carseat seken atau hasil turunan. Selain kita ga tau sejarah car seat tersebut gimana (apa pernah terkena kecelakaan, dll), bahannya pun makin lama makin rentan dan ga sekokoh ketika baru pertama kali dirilis. Fitur-fitur keselamatannya pun mungkin udah ga up-to-date dengan regulasi terbaru. Jadi kalau memang mau beli carseat seken, ada baiknya dicek dulu secara mendetail kali yaaa (kelengkapan buku, tahun pembuatan, sejarah pemakaian, dsb). Toh pada akhirnya carseat dipakai bukan sebagai pajangan tapi memang untuk keselamatan si kecil. Ya toh? Gue sendiri belajar dari pengalaman minjem carseat kakak ipar yang ternyata udah ga cocok dipakai oleh newborn. Haaaaaah.. alhamdulillah sadarnya cepet dan anaknya ga kenapa-napa..  :unsure2:

* * * *

Haaaah.. selesai deh. Yah kurang lebih begitulah yah. Semoga post ini berguna untuk teman-teman yang membutuhkan.. 😀

Advertisements

More about Bébé

An Indonesian who currently living in Helsingborg, Sweden. A wife and a mom of two cute baby girls. A gadget-freak, manga lover and k-pop listener. Has a passion for photography. Love traveling and cooking.

49 thoughts on “Jo’s Stuff: The review

  1. sdrsashaa

    lumayan buat referensi kalo pas udah punya baby, huahahahaha
    lulus aja belum -_-

    Reply

    1. Bébé

      Hahaha.. Iya lumayan kan buat masukan di masa depan 😛

      Reply

  2. niee

    Satu satu yang gak punya carseat.. Padahal pengen banget beli.. Ntah kenapa sampe skrg gak terbeli.. Padahal naek mobil hampir setiap hari.. Jado hari harinya digendong -_-“

    Reply

    1. Bébé

      Waaah.. Kenapa ga beli Niee? Kalo menurutku carseat malah salah satu baby gear yg paling penting soalnya buat keselamatan si bayi. Makanya biarpun kami ga punya mobil tapi carseatnya tetep punya.. Ahahaha..

      Reply

  3. qq

    dua barang pertama persis kayak temenku, brang kedua hasil patungan kita rame2, barang pertama kado dari temen korea nya temenku :woot: :woot:
    dan itu baby gum nya sukses ditendangin ama si bayinya. apalagi badannya bongsor dan ga bisa diem ekekek :laugh:

    Reply

    1. Bébé

      Ahahahaha.. Emang si gym didesign buat di tendang kok Nit.. Soalnya setting lagunya itu ada yang baru bunyi setelah tiangnya digoyang/ditendang gt.. Ahaha

      Reply

      1. qonita

        hoo bener jg yak..dan anaknya temen ku itu seneng banget digendong di carrier kayak ergo…baru tidur dia, tapi punya temen beda merk kayaknya, :yes:

        Reply

        1. Bébé

          Iyaaa.. kayaknya kebanyakan bayi suka ya digendong di carrier gitu. Soalnya si Jo juga kalo diajak jalan2 pake gendongan, seringnya molor.. mamanya tenang deh belanjanya.. Cuma emang berat aja lama2.. ahaha.. tetep ya bokk 7-8kg paaan.. :haha:

          Reply

  4. qonita

    astaga komen barusan namaku gak keketik full jadi nunggu moderasi akakkaka :wacko: :girl_tougue:

    Reply

    1. Bébé

      Ahahahaha.. Pantesaaaan.. Sempet bingung QQ tu sopo?

      Reply

  5. Arman

    masa ya ergo lebih bulky dibanding baby bjorn? soalnya baby bjorn kita malah bulky. hahaha.
    kita suka banget ama ergo. rasanya paling cocok dah dibanding baby carrier lain… 😀

    Reply

    1. Bébé

      Hihi kalo ergo gw kayaknya tebel bgt gt man.kalo dilipet jadinya buleet. Sementara BB lebih tipis kalo dilipet. Apa tergantung tipe BBnya yaa? Hahaha

      Tapi emang si ergo enak sih dipakenya :yes:

      Reply

  6. Shinta

    Lengkap reviewnya… aku dulu pake babybjorn suka sih manteb, nggak bikin capek pundak tapi cuma bisa pake gendong 2 sisi ya baby madep depan atau belakang, sementara untuk gendong di punggung atau babynya mau tiduran di depan nggak bisa.. kalau breastpump sejuta busui medela minel juga OK, hisapannya kenceng dan lebih praktis menurutku, awet pulak.. cuma sekarang uda pecah gara2 jatuh huhuhu, untung uda gak nyusuin lagi..

    Reply

    1. Bébé

      Iya sebenernya pilihan model baby björn lebih banyak disini.. Tapi setelah nyoba tiga2nya (ergo, manduca, BB) jatuh hatinya ke ergo deh hihihi

      Medela minel? Aku baru denger tipe itu.. Hiks.. Disini pilihannya ga terlalu banyak. Jadi terkadang apa adanya deh 🙁

      Reply

  7. Rio Praditia

    Membaca tulisan ini jadi bisa memaklumi kesibukan kakak yang sekarang sedang mempersiapkan kelahiran anak pertamanya.
    juga jadi gambaran jika nanti saya punya anak (lalu langsung cari pacar) 😀

    Reply

    1. Bébé

      Hihihi iyaa.. Kalau baru mau punya anak pasti ribet sendiri deh cari ini itu.. Apalagi anak pertama.. 😀

      Reply

  8. Evita Wijaya

    hihihi. boleh lah untuk menambah pengetahuan dimasa mendatang. Thank be.. :yes:

    Reply

    1. Bébé

      Sama2.. Lumayan buat masukan yaaa 😉

      Reply

  9. joice helena

    Pertanyaannya, barang2 diatas ada dijual di Indonesia gak mbak? :mrenges: :mrenges: *kayaknya barang2nya Oke2 bgt

    Reply

    1. Bébé

      Pastinya ada semua dong.. Makanya aku tulisnya yang memang ada di sana. Pilihan merek di Indonesia itu lebih beragam loh drpd di sini.

      Reply

      1. joice helena

        Oh yaaa??? :dance: :dance:
        Kalau begitu makasih review nya mbak :mrenges:

        Reply

  10. Lidya

    wah enak ya Be disana bisa sewa dulu breast pumpnya sebelum kita memutuskan untuk beli

    Reply

    1. Bébé

      Iya mba.. Jadi bisa santai pilih2 breastpump yang cocok, tergantung kebutuhan.

      Reply

  11. Desi

    yang ergo itu bisa dipakai ama newborn ya Be? Kinar selama ini masih pake gendongan kaen jarik, soalnya kata neneknya…bayi kakinya ga boleh dipengkang kalo digendong..eh apa ya bahasanya..pokoknya ga boleh ngegang gitu…hihihihi bingung jelasinnya …
    jadi gue blom berani pake gendongan yang model2 begitu..

    Dulu Radit juga sama, pake yg model2 gitu pas umur 6 bulanan…

    Reply

    1. Bébé

      Bisa kok Des.. Si Jo udh dipakein ergo dr umur 1 bulan. Kalo pake si infant insert posisi kaki anaknya kayak kodok gt deh. Jadi dia ada bantalan tempat anaknya “duduk”. Jadi kakinya ga ngangkang.

      Reply

  12. fitri3boys

    mantab reviewnya..jadi pengen py baby lagi he he he

    Reply

    1. Bébé

      Ahahaha.. Waaa.. Boleh tuh mba nambah lagi. Siapa tau perempuan kl ini hihihi

      Reply

  13. Woro Indriyani

    aaaaah ini berguna bangeeeeeeet deh bacain review….thanks ya Be

    Reply

    1. Bébé

      Sama2 bumil.. Semoga bisa kasih alternatif yaaa

      Reply

  14. Melissa Octoviani

    tadinya aku juga ga mau beli pompa, karena pengen nyoba merah pake tangan… tapi ternyata keputusan beli pompa itu keputusan yg tepat, karena merah pake tangannya bikin muncrat kemana2 hahahaha….

    Reply

    1. Bébé

      Ahahaha.. Aku malah ga ngerti cara merah pk tangan.. Dr awal udh diajarinnya pk pompa terus sama susternya.

      Reply

  15. Angela

    Gue juga pake Medela Swing, dan happy juga makenya. Dulu pas ke Korea kan males bawa adaptornya, jadi pake baterai. Seminggu di sana, merah sehari 2 kali, ganti baterai cuma sekali. Mayan lah ya.

    Bener banget stroller kalo dibawa traveling harus yang ringan. Dulu perdana bawa McLaren XLR yang beratnya 7,3kg udah gempor aja ngangkat-ngangkatnya. Bawa Aprica Karoon yang 3,6kg paling pas banget dah. Sekarang lagi galau nih nanti bulan depan liburan mau bawa stroller apa nggak ya? Madeline sih udah nggak suka duduk di stroller, tapi kalo lagi jalan-jalan gitu dia lagi capek minta gendong kan gempor juga yak gendong anak 10kg.

    Reply

    1. Bébé

      Wah lmyn juga ya ga ngabisin baterai. Jadi lebih compact lagi krn ga perlu repot cari colokan dulu :yes:

      Susahnya kl anak umur tanggung gt ya Ngel. Udh males duduk di stroller tapi kalo cape kitanya yg loyo gendonginnya :sigh:

      Reply

  16. zilko

    Banyak banget ya Be macam barang-barang untuk baby gitu, hehehe

    Reply

    1. Bébé

      Hahaha.. iya Ko.. dan ini pun belum termasuk printilan yang kecil2 looh.. ini masih yang gede2nya aja.. :laugh:

      Reply

  17. Emaknya Benjamin

    Be km sewa brp bulan si Medela?. Aku sdh masuk bln ke 5 nih pinjam dr apotek. Pengen smp 6 bulan, hmm sebenarnya pengen lebih lama lg :blush: . Kepikiran mau beli yg swing juga. Hisapan pompa swing sekuat yg sympohny ga Be?. Car seat anakku beratnya 3, 8 kg, anaknya sndiri hampir 7 kilo. Ga sanggup klo nenteng2 gempor :sick:

    Reply

    1. Bébé

      Aku cuma sewa seminggu Nel. Soalnya setelah diitung-itung, semakin lama nyewa juga habisnya sama aja kayak beli sendiri. Jadi kata suami nanggung mendingan beli sekalian.

      Hisapannya sih sama aja ya menurutku. Soalnya levelnya juga bisa diatur kan. Jadi bisa disusaikan sama kondisi.

      Huaaaaaa.. beratnya Benjamin sama dong sama Jo sekarang.. hahaha.. Si Jo udah 9 bulan gini baru masuk 8 kg.. :laugh:

      Reply

      1. Nella

        Oohh kirain di Swedia sewa pompanya ditanggung asuransi. Di Jerman ditanggung asuransi nih, minta resep ke dokter kandungan. Aku udah bulan ke 5. Awalnya setor 50 euro ke apoteknya sbg jaminan, stl pompa nantinya dibalikin duitnya dikasih lagi. Klo sewa pribadi iya agak mahal sih, hitung2 ya lebih baik beli sendiri.

        Berat badan anak cowo dan cewe beda kali Be, aku mulai gempor aja nih klo Ben rewel minta gendong :doh: bekas operasi ko jd terasa gimana gitu :muscle: .

        Reply

  18. Pypy

    Si Madela tuh mahal yah Be 😀 Disini 2,2jt tadi gw cek harganya.. haha.. Padahal sok2an mo ngadoin temen, lgsg ciut dah liat harga.. untung belum ngasih tau..hahaha 😀 Bagus Be reviewnya, tar klo gw hamil gw baca2 lagi..hihih

    Reply

    1. Bébé

      Ngadoinnya patungan aja Py.. kayaknya kebanyakan pada patungan deh kalo ngasih breastpump, stroller, dkk gitu.. :yes:

      Assiiiik.. semoga berguna yaaaa. 😀

      Reply

  19. dani

    Be, sama semua produk yang dipake. Hahaha. gak mau kalah banget sih
    cuman kalo stroller sama carseat dulu dipinjemin ama Mba Meta. Sekarang sih dah gak pake stroller. Anaknya gak mau. Hahahaha…

    Reply

  20. Grace. K

    Kalo kata iklan caplang, “Buat anak kok coba-coba” mendingan cari yang bagus sekalian yah mbakk.. tapi disesuaikan dengan kantong juga

    Reply

  21. RITA

    Jangan lupa semuanya ntar disimpan be, buat adiknyaaaa… hihihi

    Reply

  22. ristin

    wah emang iya nih, pny bayi jg hrs siap dgn segala peralatan yg diperlukan, bs se ruangan isinya khusus untuk baby hahahaha.. tp dsini ga bs kayaknya sewa breastpump gtu di rs, klo ada kyknya sedikit membantu jg, tp sayangnya kyknya.ga.bs.. btw benda benda baby nya bs dipake lg nanti ya buat adeknya jo hehe..

    Reply

  23. Rina

    Lumayan, nanti kalo butuh bisa dibaca lagi disini 🙂 Thanks Be reviewnya 🙂

    Reply

  24. Ahlia

    Wah.. Medela disana juga umum dipake ya? Disini juga breastpump sejuta umat tuh kayaknya. Banyak yang rekomendasiin karena katanya nyaman & hasil perahan nya banyak? Tapi aku akhirnya malah milih Avent Phillips, karena naksir sama design nya ^^
    Milih breastpump susah – susah gampang ya, apalagi disini merknya banyak banget.

    Reply

  25. Salah masuk | { a Memory Bliss }

    […] baru mulai proses pencarian baby carrier setelah Jo lahir. Sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan ke Ergo Baby, kami sempat melihat dan mencoba beberapa merek carrier lainnya. Salah satu yang kami coba adalah […]

    Reply

  26. ndu.t.yke

    hihi nyasar kmari hasil googlig ttg medela swing. btw my kid is also a big fan if nipple calma. sampe beli lg 2 🙂

    Reply

    1. Bébé

      Iya Mem. Awalnya aja ya yang rada susah bikin anaknya terbiasa. Pas udah suka, langsung gampang deh pakenya.. ^_^

      Reply

Why not leave a comment. It's free of charge :P