Be, Kurus Banget Sih!

Dan berbagai macam variasi kalimat dengan maksud yang sama pun seperti menjadi pembuka nyaris setiap orang yang ketemu gue secara langsung. Dari emak gue sendiri, lanjut ke adek (waktu kami ketemu di bandara Changi kemarin), dan kemudian teman-teman yang sudah sempat bersua selama perjalanan pulkam ini.

Kita stop dulu sebentar untuk sebuah penjelasan… No, gue ga tersinggung sama sekali ya akan komentar yang gue terima soal kurus ini. Beneran deh.

The thing is, harus gue akui, gue emang kurus banget. Berat badan gue sekarang bisa dibilang berat badan teringan selama ini. Kayaknya ga jauh dari sekitaran 40 – 42 kg aja. Cukup lumayan jauh kalau dibanding BB normal gue, yang seharusnya disekitaran 45kg. Makanya, kalau ada yang komentar kekurusan, gue cuma bisa bilang “iyaaaaa, emang niiiiih”.. hahahaha

Penurunan berat badan gue setelah melahirkan adek E emang termasuk yang super cepat. Kalo ga salah inget yaaa, hanya 3 bulan sejak Adek E lahir, gue udah balik ke BB semula di 45kg. Setelah itu bukannya stop, tapi malah terus dan terus turun. Sampai titik dimana gue merasa ketakutan sendiri karena kok rasanya gue makan normal-normal aja tapi BBnya ga nambah-nambah. Trus itu lemak-lemak pada lari kemanaaa??

(more…)

Advertisements

Thank God for Travel Insurance

Baca postingannya Noni soal asuransi perjalanan jadi inget kisah sendiri ketika pulang kampung kemarin. Jadi pada dasarnya gue agak mirip sama Noni yang merasa ga penting-penting amat lah beli asuransi perjalanan. Dulu kalau misalnya booking tiket kan suka ada tambahan kolom mau beli asuransi atau ga tuh. Seringnya sih langsung gue skip karena mikirnya nambah-nambahin biaya aja. Hahahaha. Abis yang namanya asuransi tuh apa yaaa.. Sesuatu yang kita bayar tapi...

The bloggers meet up

One of the joy of blogging is to meet new friends. Bertemu teman-teman baru, dimana pun mereka berada. Bagi gue yang tinggal di peratauan ini, mempunyai “teman biacara” selain teman-teman di dunia nyata tentu sangatlah menyenangkan. Walaupun sedang sendiri tapi seperti selalu ada yang menghampiri.  Dan setelah 6 tahun “berkarya” (muahaha nulisnya kok geli sendiri yaaa) di dunia blog melalui Bebenyabubu ini, gue beruntung cukup mendapat banyak teman baru, terutama yang berdomisili...

Aku Rindu… (Edisi 10)

Swedia.. Yup, there, I’ve said it. I miss the cold, and lonely Sweden. Dua bulan menghabiskan liburan di Indonesia ternyata cukup membuat gue rindu akan negeri kulkas nan jauh di sana. Anehnya kalau ditanya yang bikin kangen apa, pasti gue ga akan bisa mengungkapkannya secara detail. I mean, dulu waktu masih di Helsingborg dan ditanya “kangen apa sama Indonesia” pasti gue akan membalasnya dengan “kangen keluarga, kangen makanan, kangen jalan-jalan...

The point of no return

Sebelum berangkat liburan ke Indonesia, gue udah bersiap-siap akan yang namanya “reverse culture shock” yang kemungkinan besar pasti akan gue alami di sana. Yah cuma ke Jerman yang deket sama Swedia aja gue sempet shock, apalagi balik ke Indonesia yang pastilah beda banget kebiasaannya. Dan benar aja sesampainya di Jakarta, gue mulai mengalami RCS secara perlahan. Salah satu RCS yang cukup.. apa ya.. dibilang mengganggu juga ga sih. Mungkin lebih...