Random Chit Chat

Setelah kurang lebih empat tahun musti berbagi hari-hari gue dengan orang lain (alias para bocil-bocil), mulai kemarin gue akhirnya bisa menghabiskan waktu berjam-jam sendirian saja.

Aaaaaalll baaaii maiiii seeelf!!!

Seperti yang udah sempat gue ceritakan sebelumnya, sekarang gue sedang mengikuti kursus singkat selama beberapa bulan. Karena kursus ini dianggap sebagai kegiatan full time, anak-anak bisa gue titipkan di sekolah dari pagi sampai sore.

Dan menghabiskan waktu sendirian itu… aneh yaaaa… hahaha

(more…)

Back to School – Again

Yes I’m back… being a student, again. 👩🏻‍🎓 Merencanakan masa depan untuk diri sendiri di tempat baru itu, bagi gue, bukanlah hal yang mudah. Penuh dengan plan A, B, C, D dan belum tentu semuanya berjalan sesuai rencana. Terutama ketika kami memutuskan untuk punya anak, kami berdua sepakat untuk menekan “the Hold Button” selama beberapa tahun. Maksudnya? Ya gue fokus dulu di rumah ngurus anak dan ga perlu mikirin cari...

Dua Bahasa Untuk Jo (Part-3)

Sudah nyaris satu tahun berlalu, artinya ini saatnya untuk mendokumentasikan perkembangan berbahasanya si kakak Jo. Apakah dia sudah mahir berbicara dua bahasa? Atau masih sama? atau malah malah berkurang? Well… Jawabannya adalah… … … dia makin canggih dooong… Bahasa Swedianya. LOL.. Trus.. bahasa Indonesianya? via GIPHY Udah kelaut aja mamiiiih!!...

Our First Ski Trip to Vallåsen

Seringkan mendengar sebuah ungkapan “When in Rome, do as the Romans do”. Nah, itulah yang kami lakukan wiken kemarin. Menyambut datangnya liburan musim dingin yang dimulai hari ini, hari Sabtu kemarin kami mencoba sebuah olahraga yang biasa dilakukan oleh orang-orang Swedia saat liburan, yaitu bermain ski. Ceritanya pingin merangkul kehidupan di Swedia gitu degh.. LOL. Eniho, walaupun di daerah selatan Swedia tahun ini bisa dibilang miskin salju, tapi ga berarti kami...

Keep Holding On

Saat gue menulis post terakhir, seminggu yang lalu, jujur tujuan gue menulis sebenarnya ada dua. Satu untuk gue sendiri dan yang ke dua untuk cari perhatian. Yang untuk diri gue sendiri, gue merasa setelah selesai posting, gue akhirnya mengakui kalau memang gue sempat depresi. Karena selama ini gue merasa gue baik-baik aja, hidup gue juga cukup-cukup aja. Jadi gue pikir seharusnya ga ada alasan untuk gue untuk mempunyai perasaan seperti...