Cooking Diary: Roti Cokelat isi Pisang Cokelat

Sukses dipercobaan ke-dua membuat roti tawar rasa Ovaltine membuat gue makin semangat nyoba-nyoba bikin roti lagi. Addicted aja gitu rasanya. Berhubung kalau bikin roti tawar  lagi ngabisinnya lama, jadi gue memutuskan untuk nyoba bikin Roti Cokelat isi Pisang Cokelat tapi ukuran mininya aja. Ibu mertua sebenarnya sering sih bikin roti yang mirip-mirip, dengan bahan doughnya yang biasa dan isinya pakai nutella. Nah supaya ga saingan, gue pakai resep roti milo yang sudah gue coba sebelumnya, sementara fillingnya pakai dark chocolate batangan dan potongan pisang.

Tapi tetep, namanya pemula ya, ketika nyiapin bahan-bahan isian, gue langsung lost akan seberapa besar potongan pisang dan cokelat yang harus gue gunakan supaya rasio antara roti dan isi ga timpang. Abis kan ga enak yah kalo rotinya gede, isinya cimit-cimit seiprit doang. But then again, namanya juga percobaan, haruslah salah-salah dulu biar ngerti lain kali gimana cara benerinnya.

(more…)

Advertisements

Playdate si kecil

Nasib punya ibu yang lumayan pemalas untuk pergi kumpul-kumpul kesana sini berakibat langsung ke pergaulan kakak Jo yang bisa terbilang terbatas banget (kalo ga mau dibilang kuper). Apalagi sebelum si kakak masuk preschool. Harus puas lah si kecil main hanya ditemenin ibunya lagi, ibunya lagi. Padahal teman-teman gue dan suami sebenarnya punya anak yang umurnya sebaya Jo. Cuma ya balik lagi ke kalimat pembuka sebelumnya, emang salah ibunya banget lah… *puk-puk kakak Jo*.

Kondisi mengenaskan tersebut akhirnya berubah ketika kota kecil tempat tinggal kami ini kedatangan sebuah keluarga pelajar dari Indonesia. Sebuah kejadian yang luar biasa karena seumur-umur tinggal di Helsingborg, baru kali ini kenal dengan keluarga pelajar yang tinggalnya satu kota, apartemennya pun hanya berjarak 400 m dari tempat tinggal kami. Biasanya kalau student asal Indonesia tinggalnya di Lund atau Malmö karena memang kampusnya di sana. Kasus ini makin luar biasa lagi karena keluarga ini juga memiliki seorang anak yang berusia 6 tahun — yang mari kita sebut saja, M. Ga beda jauh umurnya sama si kakak.

It’s like a match made in heaven.

(more…)

Cooking Diary: The Bread Challenge

Semenjak nonton anime Yakitate!! Japan beberapa tahun yang lalu, membuat roti sendiri udah menjadi salah satu goal yang ingin gue coret dari daftar. Apalagi ditambah nonton acara-acara masak atau baking, kok kayaknya seru kalau bisa bikin roti gitu. Tapi entah kenapa, setiap kali mau mulai tuh udah keburu minder aja dulu. Mungkin trauma gagal bikin adonan pasta (yang dimana dulu nyobanya ngulen manual) masih berbekas jelas, jadi selalu sukses bikin gue...

School Time for Kakak Jo

Astagaaaaaa… anakku yang pertama udah gede. Udah resmi jadi anak preschool. *ambil kanebo* *lap-lap airmata haru dulu* Hari ini genap minggu ke-dua si kakak Jo full day di sekolah playgroupnya. Sebuah milestone yang luar biasa karena akhirnya anak itu bisa dilepas sendiri tanpa ortu selama beberapa jam. Milestone juga untuk gue, seorang ibu yang cukup pocecip, yang akhirnya rela melepas anak sulungnya lepas dari pandangan. Berhubung udah lama ga cerita-cerita soal...

The Pink Season

Begitu memasuki musim semi, salah satu yang sangat sangat SANGAT gue nantikan adalah munculnya bunga Sakura. Pohon yang hanya mekar satu tahun sekali ini udah menjadi favorit gue sejak pertemuan pertama beberapa tahun yang lalu. Kebetulan di dekat rumah ada sebuah taman yang di salah satu sudutnya memang sengaja ditanam pohon sakura. Jadi untuk menikmati keindahan pohon ngepink ini gue ga perlu melalang buana jauh. Cukup berjalan beberapa ratus meter,...