Thank God for Travel Insurance (Part-2)

Asuransi Perjalanan

Setelah sempat merasakan manfaat dari asuransi perjalanan di Swedia, beberapa bulan lalu kembali gue merasa betapa perlunya asuransi perjalanan, dan kali ini dari asuransi di Indonesia.

Jadi awal Januari kemarin, nyokap berkunjung ke Swedia selama 3 bulan. Karena trip kali ini hanya 3 bulan aja, visa yang kami urus untuk nyokap adalah visa kunjungan biasa dan bukan visa khusus yang dengan durasi 1 tahun tinggal, seperti yang kami gunakan di kunjungan ortu gue terakhir kali tahun 2016 lalu.

Karena visa yang digunakan adalah visa kunjungan biasa, maka sudah pasti kami harus melampirkan asuransi perjalanan doong. Dan ternyata, di trip kali ini terbukti nyata betapa pentingnya punya asuransi perjalanan.

Ga seperti trip-trip sebelumnya, di kunjungan kali ini nyokap berulang kali sakit. Awalnya cuma flu-flu biasa (batuk, pilek). Tapi setelah beberapa minggu kok kondisinya malah tambah parah. Typical lembaga kesehatan di Swedia kan kalo sakit dan misalnya belom parah banget, dianggap masih bisa sembuh sendiri. Jadi kami pun agak ragu untuk membawa nyokap ke klinik. Daripada sampe sana disuruh pulang lagi kan takutnya malah bikin nyokap tambah ngedrop, ngerasa ga diurusin. Cuma setelah liat kondisi nyokap yang udah lemes dan kebanyakan hanya tidur di kamar, kami akhirnya memutuskan untuk nekat ke klinik aja.

Sesampainya di klinik, udah bisa ditebak, awalnya kami disarankan pulang aja karena mereka suspect kalau nyokap cuma flu biasa. Tapi gue kekeuh minta nyokap diperiksa dokter karena kondisi nyokap udah ga se”normal” orang yang sakit flu. Pihak klinik pun bilang kalau memang gue minta nyokap diperiksa, maka biayanya cukup mahal karena nyokap bukan WN Swedia atau negara-negara EU. Untuk ketemu dokter aja supaya bisa didiagnosa, biayanya 1600 SEK (sekitar Rp. 2,4 juta). Biaya tersebut belum termasuk biaya obat dan tes-tes lain jika dibutuhkan. Berhubung nyokap sudah punya asuransi perjalanan, maka gue tetep kekeuh maju terus.

Long story short, nyokap didiagnosa menderita Lunginflamation atau Pneumonia. Supaya sembuh, harus minum antibiotik dengan resep dokter. Rasanya hati ini pingin teriak “Tuh kaaaaaan, ternyata beneran sakit!!” ke arah para suster yang awalnya menyarankan kami untuk pulang aja. Asli saya keki!

Well eniho, karena sistem asurasi perjalanan dari Indonesia itu kebanyakan menggunakan sistem reimburse, kami pun meminta seluruh surat-surat yang kiranya dibutuhkan secara lengkap. Seperti surat diagnosa dari dokter, kwitansi biaya dokter, surat resep dan kwitansi resep.

Begitu nyokap kembali ke Indonesia, beliau mulai mengurus proses reimburse ke kantor asuransinya. Setelah semua berkas dikumpulkan, ternyata nyokap harus melampirkan kedua boarding pass juga. Rekues ini sempat bikin heboh serumah, soalnya kami ga kepikiran soal ini saat mengumpulkan berkas-berkas yang akan diberikan ke kantor asuransi (dan ga ada dipersyaratannya juga sih). Alhamdulillah, masih rejeki, boarding passnya ketemu di kamar anak-anak dan setelah kami scan, filenya langsung dikirim ke pihak asuransinya.

Setelah itu, hanya beberapa hari kemudian (sekitaran seminggu kali ya), pihak asuransi mengabarkan kalau klaim nyokap disetujui dan akan dibayarkan sesuai dengan jumlah biaya dokter + obat yang tertera di kwitansi. Kami pun bisa bernapas lega. Alhamdulillah yaaa, biaya dadakan yang kemaren berasa berat ternyata balik juga.

Kejadian ini membuat gue melihat asuransi perjalanan di Indonesia dengan cara yang positif. Apalagi ini pertama kalinya gue menggunakan asuransi di Indonesia. Selama ini kan kesan yang gue dapatkan dari cerita orang-orang lebih banyak dirempongin sama pihak asuransi sehingga dananya ga keluar sama sekali. Memang sih ini agak sedikit rempes juga, dengan meminta berkas yang ga tertulis di lembar claim form. Cuma ternyata setelah semua berkas yang diminta masuk, claim bisa langsung cepat diproses dan uang pun cepat ditransfer kembali.

Ada yang punya pengalaman positif juga dengan asuransi perjalanan Indonesia? Atau kebanyakan malah negatif semua?


PS: Siapa tau ada yang penasaran, asuransi perjalanan yang nyokap pakai adalah asuransi AXA Smart Traveller Platinum (untuk perjalanan worldwide dan berlaku selama setahun). Asuransinya gue beli secara online via website resmi asuransinya dan gue menggunakan mata uang manfaat dalam rupiah karena lebih murah dibanding USD. Plus waktu itu gue menggunakan promo code untuk diskon 10% yang tersedia di websitenya.

PPS: Post ini bukan post berbayar yaaaaa.


Photo by rawpixel.com from Pexels

More about Bébé

An Indonesian who currently living in Helsingborg, Sweden. A wife and a mom of two cute baby girls. A gadget-freak, manga lover and k-pop listener. Has a passion for photography. Love traveling and cooking.

21 thoughts on “Thank God for Travel Insurance (Part-2)

  1. zbethz

    Kami juga selalu pakai AXA kalau pergi-pergi Be, meskipun nggak diharuskan seperti untuk syarat visa untuk masuk negara Eropa. Pak suami sempat pakai pas kita berlibur di Spain, dia keracunan makanan.

    Reply

    1. Bébé

      Asuransi tambahan ya Beth? kalau di Swedia biasanya asuransi rumah udah termasuk kalau liburan. Jadi kecuali kami pergi lama banget (lebih dari 30 hari), baru nambah asuransi tambahan.

      Reply

  2. Phebie

    Bermanfaat betul ya. Bahays pneumonia itu…

    Reply

    1. Bébé

      Bangeeeet.. emang sih sistemnya yang bikin senep di awal (musti bayar sendiri dulu), tapi setidaknya lega juga uangnya bisa kembali.

      Reply

  3. Yance

    Wahh infonya bermanfaat bgt nih be…

    Reply

    1. Bébé

      ah senangnya kalau bisa bantu 😀 the joy of sharing ya mbak.. ^_^

      Reply

  4. Heru Krisnata

    Kerja apa di sweden?

    Reply

    1. Bébé

      saya ga kerja, tapi sekolah

      Reply

  5. Melissa Octoviani

    asuransi itu emang penting sih kalo menurut aku, apapun jenis asuransinya… cuma masalahnya di indonesia kan ga semua orang paham tentang manfaat asuransi…

    Reply

    1. Bébé

      iya dan juga lebih banyak cerita pengalaman negatif dibanding positifnya yang bikin orang2 jadi males duluan urusan sama asuransi

      Reply

  6. Tiwie

    Waduh,,, Uti sampe kena sakit yang lumayan serius gitu Be? Smg sehat2 terus yaa semua ?. Asuransi itu rempong banget sih part ngurusin nya. Mesti mau repot dikit dan nyari2 info yg valid ?. Tapi semua lelah terbayarkan yaa,,,

    Reply

    1. Bébé

      Nah ituu.. emang harus sedikit dikejar supaya dapet manfaat yang memang seharusnya didapat. Alhamdulillah kemarin terbayarkan lelahnya.. 😀

      Reply

  7. niee

    Wah thanks mbak udah sharing. Jadi bisa pertimbangan juga kalau mau jalan-jalan pake asuransi apa. Kemaren pas di Australia aku beli asuransi seh, soalnya mikir jauh banget kan, kalau ada apa-apa bakalan susah banget. Emang penting seh ya asuransi ini.

    Reply

    1. Bébé

      Iya kalau jauh2 mending beli Niee.. apalagi kesehatan. Karena ga pernah tau kan ada kejadian apa. Lebih enak kalau bisa cari yang mereka langsung bayar sih, yg ga sistem remburse

      Reply

  8. dini

    belum pernah pakai asuransi perjalanan mbak, hehheeh. Asuransi AXA ini bisa jadi salah satu pilihan klo traveling.
    pernah juga baca di IG, ada postingan ttg asuransi Assist Card, sistemnya cashless mba, asuransinya yang urus pembayarannya sendiri, bahkan dicarikan dokter atau dokter bisa dtg ke tempat kita.

    Reply

    1. Bébé

      Ah iyaaa.. aku sempet baca juga.. kayaknya next time mau coba itu aja sih. Lebih enak kalau mereka langsung yang ngurus semua pembayaran. Apalagi kalau biayanya gede banget.

      Reply

  9. yunita caroline

    atasan aku, pas dinas ke turki, bersyukur banget ada asuransi perjalanan. bayar 500rb, yg di cover 250jt. pas banget kudu sebulan disana, dikit lagi lewat 250jt. kalo bayar sendiri bhay lah

    Reply

    1. Bébé

      OMG.. untungnya yaaaaaaaah.. kebayang kalau ampe lewat dan musti bayar sendiri. eh tapi kalau dinas, masih termasuk biaya kantor dong ya?

      Reply

      1. yunita caroline

        dapat 2 sih, dari asuransi perjalanan yang paling gede. kalo urusan kantor dapat dari taspen, 15jt. ahahahaha. kalo ga ada asuransi ga ngerti lah kudu gimana lagi

        Reply

  10. Meet Blogger

    Terbantu Banget ya dengan Asuransinya ya. Memang kalau sudah musibah nggak bisa ditebak

    Reply

    1. Bébé

      Iya betul.. apalagi kalau udah berumur dan ke tempat yang beda cuacanya extreme.

      Reply

Why not leave a comment. It's free of charge 😉

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.