The HongKong Trip 2015: Disneyland Hongkong

Ketika tiket pesawat ke HongKong sudah fix dibeli , satu-satunya tujuan yang langsung masuk ke dalam TO-DO list adalah mampir ke Disneyland HongKong. Apakah untuk Jo? NOPE! It’s never been for Jo. Perjalanan ke Disneyland ini merupakan permintaan egois dari mama Bebe yang ingin mencoret salah satu Bucket Listnya, yaitu mengunjungi semua Disneyland yang ada di muka bumi. Nah mumpung ke HongKong masak ya dilewatin kesempatan untuk kesana. No No No. Ayo kemon lets Go!.

Tapi walaupun sudah masuk list paling pertama, kami membeli tiket ke Disneyland justru hanya beberapa hari sebelum berangkat ke HK via website Disneylandnya langsung. Kenapa kok mefet bener? Yah kirain mah bisa dapet harga lebih murah gitu kan dari travel agent di Jakarta. Tapi setelah tanya-tanya kok ya ternyata harganya beti. Yasudahlah mending langsung pesan aja ke website resminya. Untuk masuk ke Disneyland ini kami harus membayar 499 HKD/orang dewasa, sementara anak-anak dibawah 3 tahun GRATIS. Oh yeaaaah.. asik deeeh.

Pagi-pagi sekitar jam 9 kami bertiga sudah mulai perjalanan menuju ke Disneyland menggunakan MTR. Pemikirannya mah rentang waktu 1 jam cukup lah untuk sampai ke pintu depan taman sebelum dibuka. Ternyata perkiraan kami salah besar karena jam 10.15 kami baru sampai dan seperti yang diduga, sudah cukup banyak orang-orang yang berkerumul di pintu depan untuk foto-foto.

Disneyland.bilder.2a

Diajak main sama tante dari Korea waktu di MTR otw ke Sunny Bay

Disneyland.bilder.3a

Disneyland.bilder-7

Continue reading →

The HongKong Trip 2015: Part-1

Pada dasarnya liburan kami ke Indonesia tahun ini bisa dibilang liburan aji mumpung. Mumpung duitnya udah kekumpul, mumpung suami juga punya jatah cuti lama marilah kita pulang kampung. Nah mumpung lagi di Indonesia, kenapa ga sekalian jalan-jalan ke beberapa negara tetangga aja? kan mumpung musti perpanjang visa tinggal si Bubu juga. Waaah.. iya yaaa. Dan itulah awal kami akhirnya memutuskan untuk mengunjungi HongKong tahun ini.

Ketika kami mencari penerbangan ke HK, salah satu syarat utamanya adalah harus DIRECT FLIGHT. Karena setelah dipikir-pikir, walaupun menggunakan budget airlines lebih murah, tapi kayaknya ga sebanding aja dengan kerempongan harus naik turun pesawat dua kali plus nunggu di bandara bersama seorang anak bayi. Artinya pun perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu 4 jam harus melebar menjadi setidaknya 6-7 jam. Dan itu belum termasuk delay loh. Ooooh.. Nonononono.. We’ll stick to direct flight aja deh. Saya ga sesabar itu orangnya. Untunglah pas lagi cari-cari tiket, eh ketemu penerbangan Garuda Indonesia yang lagi promo. Biarpun harga promonya ga murah banget tapi tetep lumayan bersaing lah dengan airlines lainnya. Jam penerbangannya pun enak banget. Dari Jakarta pagi hari dan sore dari HK. Masih bisa jalan-jalan ketika sampai dan ga perlu buru-buru pas pulang. SEM PUR NA!!

Tickets were booked, sekarang saatnya mencari tempat menginap. Rencananya kami ingin mencoba menginap di The Venetian Hotel Macau karena penasaran pingin ngerasain bobok di sana. Tapi ketika liat-liat harga kamar dari website Venetian, niat kami ingin menghabiskan waktu disana pada akhir perjalanan harus dibatalkan karena ternyata harga kamar saat weekend jauh lebih mahal dibandingkan weekend. So instead of staying there the last day before going back to Jakarta, we changed it to the first day we arrived in HK. Untuk sisa hari kami di HK, kami menginap di hotel Butterfly on Victoria yang dibooking via secret dealnya Agoda dengan harga yang cukup murah.

And with that our preparation for the trip was completed. Mari liburaaaan!!

hk.bilder.1

Continue reading →

Ibuuuuuu…

Mendengar anak sendiri yang masih belum bisa ngomong tiba-tiba teriak-teriak “Ibuuuuuu” pastilah bikin hati meleleh doooong. Apalagi tipe anaknya kayak Jo yang masih lebih memilih blabbering dalam bahasa bayi daripada nyebut kata-kata yang benar. Bilang mama-papa pun jarang dan suka-sukanya dia aja keluarnya.

So, ketika gue mendengar Jo teriak-teriak memanggil “Ibuuu” di ruang makan sementara gue lagi ngumpet di kamar, gue langsung terharu. Oh akhirnya anakkuuuu. Saking terharunya, gue langsung gedabrukan keluar kamar nyari bocah kecil yang memanggil-manggilku tadi. Walau jujur sempet bingung juga sih, kok nyebutnya Ibu yaa? Perasaan sampe sekarang selalu diajarinnya manggil mama deh. But, then again, who cares lah ya.. Yang penting aku dicariin anakku.

Sesampainya di ruang makan gue melihat si gadis kecil lagi berdiri menghadap meja sembaru menunduk-nunduk. Mulutnya terus memanggil “ibuuuu.. Ibuuuu”. But but ibumu kan di sini anakku. Kok nyarinya di bawah meja sih. Memangnya aku kucing.

Continue reading →

The point of no return

Sebelum berangkat liburan ke Indonesia, gue udah bersiap-siap akan yang namanya “reverse culture shock” yang kemungkinan besar pasti akan gue alami di sana. Yah cuma ke Jerman yang deket sama Swedia aja gue sempet shock, apalagi balik ke Indonesia yang pastilah beda banget kebiasaannya. Dan benar aja sesampainya di Jakarta, gue mulai mengalami RCS secara perlahan. Salah satu RCS yang cukup.. apa ya.. dibilang mengganggu juga ga sih. Mungkin lebih tepatnya dibilang membingungkan bukanlah tentang macetnya atau kebiasaan antri yang sangat aneh di sini (kalau dua itu mah cukup tau aja.. hahaha). Yang membingungkan gue adalah ketentuan return policy toko-toko di Indonesia.

The thing is, setiap kali gue belanja baju, sepatu, tas, dll di Swedia hampir selalu gue bisa mengembalikan barang yang gue beli tanpa proses yang berbelit. Cukup bawa barang yang dimaksud dengan kondisi masih tersegel (atau masih ada tag-nya) plus bon pembelian dan tanpa banyak pertanyaan a, i, u, pihak toko akan langsung mengembalikan uang yang sudah kita bayarkan. Lama return policy-nya juga baik banget. Standarnya sih sekitar 10-30 hari tapi tentu ada yang lebih cepat juga dari itu.

Continue reading →

Hallo Jakartaaaa…

So.. hello.. hello Jakarta… I’M BAAACKKK!!!

Sepertinya udah bukan rahasia lagi, tapi udah seminggu terakhir ini gue sedang menghabiskan waktu liburan di Indonesia.

Yeeeeaaaayyy…

Kok tiba-tiba udah sampe di Jakarta aja siih Be?

Yah sebenernya sih rencana pulkam ini udah terancang sejak tahun lalu (bahkan tiketnya pun udah dibeli dari bulan Desember 2014 LOL). Cuma sengaja ga bilang-bilang supaya berasa surprisenya.. ?Hehehehe.. Tapi berhasil kan kejutannyaaa? :D

Continue reading →

For the love of stripes!

Lagi beberes pakaian di lemari tiba-tiba gue menyadari sebuah kenyataan yang menakjubkan. Turns out, I really love stripes. Dari kaos, sweater, blus dengan model garis tebel, garis tipis, garis warna item, merah, dll pasti ada aja di lemari. Bahkan kaos yang gue pakai ketika menulis post ini pun bermotif garis dengan perpaduan warna putih ijo. Sungguh cucok sekali sama tema postnya.

stripes2

Baju yang gue pakai ketika mengetik post ini

Agak ga jelas juga kapan awal mulanya gue menyukai motif pakaian bergaris-garis ini. Rasanya dulu gue selalu menghindari motif garis horizontal karena katanya motif tersebut bisa bikin pemakainya jadi terlihat “lebar” bukan? Tapi ternyata sekarang setiap kali belanja, pasti yang dicari motif bergaris terus. Abis motif garis itu menurut gue cukup bikin bajunya “rame” tanpa harus “keramean”. Lagom kalo kata orang Swedia mah. Not too little, not too much. Saking getolnya, sempat dalam waktu yang berdekatan gue membeli 3 buah baju dari 3 tempat yang berbeda dan ketika semua barang pesanan datang, lho kok motifnya kembaran semua begini yaaa.. hahaha

Continue reading →

Welcome to Sweden

Cerita-cerita culture shock atau proses seseorang beradaptasi di tempat baru bagi gue selalu menarik untuk diikuti. Bukan hanya bisa menambah informasi dan pengetahuan akan tempat tersebut, tapi bagi seorang perantau yang juga menjalani proses yang sama, gue bisa relate sedikit banyak akan apa yang orang itu lalui. “I feel you” gitu lah judulnya, apalagi kalau kisahnya juga terjadi di Swedia.

And that is why… I love this new TV series, WELCOME TO SWEDEN!

Welcome to Sweden adalah sebuah serial TV yang bercerita tentang usaha seorang pria asal Amerika Serikat bernama Bruce beradaptasi di Swedia karena mengikuti pacarnya, Emma, yang mendapat pekerjaan di Stockholm dan kebetulan memang orang Swedia asli.

Ah.. kisah ini GUE BANGET DWEEGH..

Yang sangat gue suka dari tv series ini adalah.. gue sangat melihat diri gue sendiri di Bruce. Well ga termasuk gaya Amerikanya sih (yang di acara ini digambarkan agak snob, “eh gue dari ameriki loooh” gitu), tapi dalam proses adaptasi yang harus dijalani oleh Bruce gue merasa familiar sekali. Contohnya seperti merasa sendirian di negara baru, ga punya kerjaan harus mulai semua dari awal, harus belajar bahasa baru yang sangat asing, berurusan dengan kantor imigrasi mengurus ijin tinggal, dsb. Yup, I’ve been there, done that!

Continue reading →

Not a baby anymore

IMG_0592.JPGKadang gue suka amazed setiap kali liat Jo sekarang kalau ingat betapa kecil dan keriputnya dia dulu waktu lahir, yang gue sampe ga tega gendongnya. Dimana sekarang kalau lihat Jo, gue suka berkomentar.. “She’s a big girl now, huh” dan Bubu nambahin “yeah, do you remember how she can fit my arm, now I have to hold her with my 2 hands”.

Tapi selain fisiknya yang berkembang pesat, kadang gue juga ngeliat si Jo ini suka belaga (sok) tua banget. Contoh paling anyar terjadi beberapa hari yang lalu. Saat itu gue lagi merasa lelah luar biasa. Badan kayaknya capeee banget. Pulang liburan trus ketemu cucian, musti balik mikirin masak, harus beresin rumah lagi, dll. Pokoknya mood acak-acakan lah. Manalah pas banget lagi PMS yang bikin level kegalauan naik 3x lipat. So, ketika gue butuh keluar rumah untuk belanja beberapa bahan masakan, cuma duduk untuk pake sepatu aja postur gue terlihat lemas pundung lesu, kayaknya kok pingin nangis bawannya.

Dan ketika duduk itulah tiba-tiba gue merasa tepukan dua kali di punggung gue. Ternyata si anak kecil yang nepok dan dengan kepala yang dimiringkan tanpa suara, mukanya seperti bertanya “kenapa Ma? Are you ok?”. Dengan suara lesu gue hanya menjawab “Mama lagi pake sepatu, Adek juga ambil sepatu gih”. And to my surprise, she really did grab her shoes. Biasanya anak ini kalau dikasih tau malah kabur kesana kemari kayak ga ngerti diajak ngomong apa. Tapi kemarin dia beneran ambil sepatunya dan bahkan mencoba memakainya sendiri.

Continue reading →