
As you may know, selama ini aku jarang masak makanan khas Swedia. Setiap masak selalu memilih untuk nyoba resep makanan Indo atau makanan barat lainnya. Bukannya aku ga suka makanan Swedia. Masalahnya sampai sekarang aku masih belum nemu yang cocok di lidah. Jadi kalau pun pingin bikin, pilihannya ya itu lagi itu lagi deh. Nah resep yang satu ini termasuk salah satu makanan khas Swedia yang paling sering aku bikin. Kenapa? karena gampang buatnya dan rasanya pun (menurutku) enak.. hehehe.. Daripada nekat nyoba yang susah-susah dan gagal, jadi mendingan cari resep yang ga pake ribet aja kali ya…
Bahan-bahannya:
- 500 g sosis (terserah daging apa, aku sih kemarin pakai sosis kalkun), potong dadu.
- 1 buah bawang bombay yang dipotong dadu
- 400 g crushed tomato kalengan
- 100 ml whipped cream atau crème fraiche
- 2-3 sendok makan tomato purée
- ½ sendok teh garam
- ½ sendok teh merica
Cara masaknya:
- Tumis bawang bombay dengan sedikit minyak sampai agak layu, lalu masukkan potongan sosisnya.
- Masukkan crushed tomato kalengan dan aduk merata.
- Masukkan whipped cream atau crème fraiche dan kemudian lanjutkan dengan memasukkan tomato purée dan bumbu lainnya.
- Aduk sampai mendidih dan biarkan di atas api selama 5 menit.
Resep ini cocok banget dimakan bersama nasi putih atau pasta (spaghetti/macaroni). Aku pribadi sih lebih suka makan Korv Stroganoff bersama macaroni, ketimbang nasi putih. Entah kenapa rasanya lebih seger aja. Belum pernah nyoba buat menggunakan crème fraiche, jadi ga bisa bandingin perbedaan rasanya dimana. Di beberapa resep yang lain, bisa juga ditambahkan jamur iris dan mustard dijon. Next time, I’ll try using those ingredients... nampaknya enak..
Buat yang pingin nyoba salah satu makanan khas Swedia, hayo dicoba jajal resep ini di dapurnya… ![]()
Berhubung kemarin baru dibeliin bubu alat kukusan, hari ini impulsif aja gitu pingin bikin bolu kukus. Kebetulan emang udah lama banget pingin nyoba buat sendiri, tapi gara-gara ga ada kukusannya ya memble aje deh.. padahal udah bela-belain sengaja bawa beberapa bahannya dari Jakarta. Enihoo.. Resep di bawah ini adalah resep andalan mamaku di rumah loh…
Bahan-bahan:
- 300 gram tepung terigu.
- 300 gram gula pasir.
- 3 butir kuning telur.
- 2 butir putih telur.
- 1 kaleng sprite (330 ml).
- 1 sendok teh TBM (pengembang adonan).
- 1 sendok teh VX (pelembut adonan).
- 1 sendok teh vanili bubuk.
- Pewarna makanan rasa mocha.
Cara buatnya:
- Campur tepung terigu + gula + kuning telur + putih telur + TBM + VX.
- Mixer campuran bahan di atas dengan kecepatan tinggi.
- Masukan sprite sedikit demi sedikit.
- Mixer sampai adonannya ngembang dan kental (kurang lebih 10-15 menit) − PS: sewaktu ngemixer, pastikan hanya diputar 1 arah.
- Tambah vanili bubuk dan dimixer lagi.
- Tuang beberapa sendok hasil adonan ke mangkok kecil dan tambahkan pewarna makanan rasa mocha.
- Siapkan cetakan kertas yang dimasukkan ke dalam cetakan bolu kukus.
- Tuang adonan putih ke dalam cetakan kertas sampai penuh 3/4.
- Tuang ½ sendok teh adonan coklat di atasnya dan campur menggunakan tusuk gigi. (Bagian ini bisa dikreasi sesukanya ^__^)
- Kukus selama ± 15 menit.
Hasil jadinya kurang lebih 28 porsi.
Dan hasilnya adalaaaaaaaaaaah…..
not bad lah ya untuk percobaan pertama kali…
Beberapa tips yang aku bisa kasih untuk buat bolu kukus ini adalah:
- Kalau ga punya cetakan bolu kukusnya, bisa pakai cetakan alumunium foil yang biasa dipakai buat panggang macaroni schotel atau muffin. Jangan lupa bagian bawahnya dibolong-bolongin dulu yaaa…
- Supaya pas ngukus air dari tutupnya ga ngembeng ke adonan, lapis tutup pancinya pakai serbet (ini baru ngeh pas dikasih tau mamaku setelah ngukus beberapa adonan dan hasilnya basah di bagian atas
). - Kalau telur yang dipakai kecil-kecil, bisa ditambah 1 butir kuning telur supaya adonannya tambah mengembang dan tahan lama. Putih telurnya tetap sesuai resep. Punyaku kemarin ngembangnya kurang tinggi karena kuning telurnya kurang.
- (tambahan 10/04/2012) TBM dan VX = emulsifier.. Kalau yang di luar Indo, bisa cari emulsifier yang ada di pasaran.
Gimana… ga susah kan ya cara buatnya? ![]()
Lycka Till !!
Selain suka nyoba resep baru, aku juga suka banget ngulang resep-resep lama yang aku udah pernah coba. Beberapa emang karena si bubu suka banget dan udah jadi salah satu makanan favorit dia, sisanya karena pada percobaan pertama rasanya masih belum sempurna aja. Nah alasan yang ke-2 itulah yang melatar belakangi post kali ini.
Kebetulan kemarin aku lagi pingin makan udang dan satu-satunya jenis udang yang tersedia di lemari es cuma yang tipe kecil-kecil (yang aku pakai waktu buat pizza dulu), jadi mau ga mau harus diakalin supaya lebih enak disantap. Buka-buka list resep di cooking diary, langsung kepikiran untuk nge-remake salah satu resep. Sekalian kesempatan emas juga untuk retake ulang fotonya.
Resep simple yang bernama 20-minute seafood pasta ini pertama kali aku buat bulan Oktober tahun 2011 lalu. Saat itu aku bilang kalau resepnya cukup berhasil. Rasanya lumayan dan cara buatnya pun ga terlalu ribet. Tapi karena waktu itu aku ga pake spaghetti (seperti yang tertulis di resep), dan malah nekat pakai jenis pasta yang lain. Akibatnya? teksturnya jadi beda dan pasta tersebut menyerap seluruh saos tomatnya. Kalau dibiarin agak lama, pastanya jadi kering dan rasanya kurang enak. Berdasarkan pengalaman tersebut, untuk percobaan ke-2 ini aku ga mau nyoba-nyoba asal lagi… dan hasilnya adalah…
looks waaaay better this time, right?
Panduan resepnya masih sama persis, diambil dari website BBC Food. Bedanya cuma kalau sebelumnya aku pakai pasta tagliatelle, sekarang aku pakai spaghetti biasa. Jenis seafood-nya pun cukup satu macam aja, yaitu udang kecil. Bumbu yang aku pakai masih sama juga dengan percobaanku terakhir kali, hanya oregano, basilika dan merica aja. Sisanya? aku ikutin aja apa kata resepnya.
Verdict? Kayaknya memang jenis pasta yang dipakai itu berpengaruh besar ya.. rasanya kali ini jauh lebih fresh dan ‘ringan’. Ditambah lagi karena spaghettinya dimasak langsung di dalam kuah saos tomatnya, jadi rasanya nempel banget di spaghettinya. Apakah cukup 20 menit untuk membuat resep ini? Maaaaaybe… Kemarin lagi-lagi aku salah baca petunjuk. Aku sempet nunggu lama gara-gara ngerebus air dulu untuk masak spaghettinya (abis eike kira baru masukin spaghettinya ke dalam saus setelah matang
).
Hampir setipe sama lasagna 1 panci-nya Rika, resep ini juga ga butuh banyak peralatan. Kalau diperhatiin cara masaknya yang langsung bersamaan, secara prinsip sih cuma pakai satu pan besar aja. Jadi kalau lagi males berantakin dapur dan nyuci piring, bisa juga iseng-iseng nyobain resep ini. Dan asiknya adalah… ga butuh oven looooh… ![]()
Berhubung wiken kemarin harga salmon lagi murah, akhirnya Bubu beli 1 pak berisi 4 potong salmon yang masing-masing beratnya 125 g. Aku sendiri sebenernya suka salmon cuma dalam konteks sushi aja. Entah kenapa kalau digoreng atau dipanggang gitu suka jadi aneh rasanya. Berhubung saya belum ahli buat salmon sushi, salmon maki atau sashimi, jadi kali ini mau ga mau harus cari resep yang lain. Browsing di mbah google, tiap ketemu resep menarik ada aja bahan-bahan yang aku ga punya. Ujung-ujungnya malah ketemu resep yang kayaknya OK di aplikasi “Masak Apa” juga. Eniwei, bagi yang penasaran mau coba bisa langsung liat resepnya di link ini yaa…
Hmmm… num.. num.. num..
Gimana? Keliatan enak ga? Menurutku resep ini sangat mudah dibuat dan hasilnya enaaaaak banget. Waktu panggangnya juga ga lama-lama amat, cuma butuh 20 menit aja di oven. Emang sih pas persiapan, setelah salmonnya dilumurin campuran mayonaise dan mustard harus ditunggu 30 menit dulu sebelum dipanggang. Tapi setidaknya selama nunggu bisa buat ngerjain yang lain juga kali yaa.. Btw, satu hal yang aneh dari resep ini adalah di bahan resepnya tertulis “3 cm jahe, iris melintang”.. tapi setelahnya ga dikasih tau harus diapain tuh jahenya. Diliatin doang kah? Dielus-elus? Dicemilin sendiri atau gimana? Aku sendiri berhubung ga punya jahe, jadi ya cuekin aja keperluan jahe tersebut. Toh ternyata menurutku rasanya juga udah pas.
Mau curcol sedikit tentang foto di atas.. Uuugh.. aku masih ga puas sama hasilnya… Abisnya kan sebenernya ada bahan taburan yang terdiri dari tomat yang dicincang + daun seledri dan air jeruk lemon yang seharusnya ditaro di atas salmonnya. Eeeeh, aku malah taro bahan taburannya itu di piring kecil. Huhuhuhuhu… Sebeeeel.. Padahal selama nungguin salmonnya jadi, aku udah nungging bolak balik nyoba-nyoba fotoin supaya dapet posisi yang ok dan mikirin propertinya kayak gimana yang sip. Pas udah ada barangnya, malah nge-blank.. uhuhuhuhuhu… Baru kelaran foto-foto dan beberes propertinya, si bubu naro bahan taburannya itu di piring dia… dan astaga… salmonnya keliatan tambah super lezaaaaat.. hiks.. Telat deh..
![]()
Berawal dari sebuah iklan sebuah supermarket langganan yang dimana di sana tertera kalau mereka lagi ada ngadain promosi untuk beberapa barang, termasuk pizza dough. Karena aku udah pingin banget nyoba buat pizza sendiri, akhirnya kesempatan ini ga akan aku lewatin gitu aja. Kali ini kami pilih pizza dough yang tipis.
Sebenernya sih bisa aja bikin adonan pizza sendiri, tapi setelah kejadian bikin adonan ravioli yang katastrof banget itu.. aku pikir kayaknya lebih bijak untuk beli adonan jadi aja. Bebas pusing! Bener ga?
Untuk percobaan pertama, aku ga mau terlalu ambisius bikin topping yang aneh-aneh. Kami berdua setuju kalau pilihan paling aman dan gampang itu cukup pakai udang, jamur dan keju. Apalagi kami berdua suka banget topping yang satu ini. Udang yang aku pakai adalah udang kupas ukuran kecil yang sudah direbus sebelumnya. Untuk jamur, aku pakai jamur champion kalengan dan kejunya pakai keju pizza mix yang dijual dipasaran. Saos tomatnya? yaa hasil racikan bebe sendiri doooong… *smug*
Siap-siap menghias adonan pizza










32 Responses