57 articles Articles posted in Cooking Diary

Cooking Diary: Indomie Kuah Susu

Hayooooo, yang pernah nyoba bikin indomie pakai kuah susu angkat tangan!!!

Kayak kurang kerjaan banget ga sih tiba-tiba posting beginian? ahahaha.. Tapi ini semua gara-gara Arman! Pokoknya salah lo Man!! *langsung nyalahin orang gini* hahaha.

Semua bermula dari saat si Arman posting soal Emma bear yang lucu dan gemesin itu. Trus seperti biasa, ga tahan sama saking gemesnya sama Emma gw pun ninggalin komen dan ternyata ga lama komentar gue disamber sama Mem Tyke. Dari situ obrolannya makin melebar dan kemudian kesebutlah soal si indomie pakai kuah susu ini yang ujung-ujungnya malah mengakibatkan gue dan Arman penasaran, ada ga siih indomie pake kuah susu gitu?

cut-blog

And you know what… beneran ada loh yang pernah bikin + ada resepnya segala. Bahkan ada warung yang emang jualan indomie pakai kuah susu gini.. ckckck… telat banget ya saya taunya. Eh tapi, udah sampe nemu resep gini kan ga afdol ya nek kalo ga dicoba sendiri. Pan katanya penasaran :yes: . Akhirnya kemarin pulang belanja sepatu, gue langsung sibuk berkreasi di dapur dan karena ga tau harus berharap apa, sengaja sebelumnya gue ga makan dulu supaya apapun jadinya resep ini semoga sih bakalan abis aja karena kelaperan.. hahahaha. Optimis bener yaa saya jadi orang. :laugh:

indomie.2

Bahan-bahan:

  • Indomie kuah (mie+bumbunya) (gue pakai indomie rasa ayam bawang, pas adanya itu di rumah)
  • Susu putih (banyaknya sesuai selera mau kuahnya gimana)
  • 1 sendok makan susu bubuk
  • sedikit mentega
  • Keju
  • cabe kering (optional)

Caranya:

  1. Rebus indomie seperti biasa.
  2. Panaskan susu sampai mendidih (gue cuma masukin di microwave aja beberapa menit).
  3. Taruh semua bumbu indomie di mangkuk + susu bubuk + mentega.
  4. Tuang susu panas ke mangkuk dan aduk rata. Masukkan mie yang udah ditiriskan dari air rebusan. Aduk rata lagi. Tambahkan cabe kering.
  5. Kalau misalnya susunya udah keburu dingin, masukan semua bahan yang ada di mangkuk ke panci dan panaskan beberapa menit sampai mendidih.
  6. Lengkapi dengan kejunya kakak!!

indomie.1

Hasilnya?

Enak!! :hungry:

Serius enak banget (bukan enak karena laper yaa). It’s like regular indomie tapi yang udah ditambahin MSG 3 karung di dalemnya. Hahahahaha.. It’s that good. Bumbunya jadi berasa lebih gurih dan airnya jadi creamy abis gitu deh. Endang bambang nendang banget nek rasanya. Aku cukaaaaaaaaak!!!

Kepada siapapun yang nemuin ide ini pertama kali, makasih yaaaaaaaah!! Ciyus deh dirimu pinter banget :good:

Jadi, abis ini siapa yang mau coba juga?? :thinking:

Cooking Diary: Puding Matcha

Atas permintaan pembaca (eciyeee gayanyaaa.. padahal dia sendiri yang ngarep ada yang minta), gue share resep puding matcha-nya yaaaah. Tapi sebelum mulai, mari saya dongengin dulu asal mula kok sampe bisa nyoba resep ini.

Jadi begini mas-mbak sekalian, seperti yang udah sempet gue ceritain secara singkat di post sebelumnya (beware: efek rasa lapar yang mungkin timbul secara tiba-tiba karena ngeklik link tersebut tidak ditanggung penulis yaa), beberapa minggu yang lalu gue mengundang Chika, Sasa dan Nadya ke rumah untuk makan siang bareng. Awalnya gue mengajukan diri untuk bikin puding almond cocktail (seperti biasa, abis ya maap andalannya itu doaaang). Tapi kata Sasa “bikin puding matcha ajaaaaa. Atau kalau ga ice cream matcha deeeh“. Heeeeh… nyari matcha dimana yaaa? emang ada yang jual gitu dimarih? Tapi sebagai calon tuan rumah yang baik yaa, akhirnya gue iyain aja deh rekuesnya si neng Sasa (tssah emang sendirinya yang penasaran abis).

Setelah diinget-inget, ternyata di deket rumah ada sebuah toko kecil yang memang khusus jualan teh & kopi. Mumpung deket, suatu hari setelah pulang sekolah gue nyempetin mampir ke tokonya sebentar dan nanya-nanya apakah mereka jualan si bubuk matcha itu. Alhamdulillah ternyata jual, tapiiiii harganya mahal bener yaa mamah. Untuk satu kaleng seberat 40 gram harganya 164 kronor aja gituuh. Edaaan!! Itu pun ternyata termasuk ‘murah’ karena Sasa berhasil nemu bubuk matcha juga di Lund tapi dengan harga 199 kronor. Astagaaaa.. bubuk ini bikinnya begimana siiiih? kok bisa ampe mahal beneeer?? Berhubung udah kadung penasaran juga siiiih, ya sudahlah saya beli juga itu bubuk matchanya. Sepertinya dessert kita beberapa bulan kedepan akan bernuansa matcha semua nih Bu.. :lonely:

matcha powder

Enihooo, setelah dapet bubuk matchanya gue pun mulai beralih mencari resep puding yang oke. Dari berbagai macam resep yang gue dapet, cuma satu yang caranya guampaaaaang banget plus bahan-bahannya juga ga ada yang aneh-aneh. Tanpa pikir panjang ya langsung gue coba dong dan hasilnya ya begini deh.

Continue reading →

Cooking Diary: Chicken Tikka Masala

Beberapa minggu yang lalu Bebe dan Bubu jalan-jalan ke Väla — mal semata wayangnya Helsingborg. Seperti biasanya kami berdua nyempetin makan siang di food court yang kebetulan memang temanya itu food from all over the world. Dari semua pilihan makanan yang ada, ada satu resto yang selalu jadi andalan nomor hiji gue tiap kali ke sana. Restoran bertema makanan India itu bernama Curry Republic.

Enihooo.. pada kunjungan kami yang terakhir si Bubu ikutan mesen salah satu menu di restoran itu, yaitu Chicken Tikka Masala. Rasanya sih.. yaaa lumayan. Cukup berbumbu tapi menurut gue sih ga terlalu nendang banget *dan tetiba ditendang bubu biar puas*. Tapi entah kenapa si Bubu ternyata demen dan bilang “Be, kapan-kapan masakin ayam ini ya di rumah“. Hmmm.. hayok lah sapa takuuuut.. Apasih yang ga buat suami… *joget-joget India*.

Setelah ngubek-ngubek beberapa contoh resep yang berserakan di dunia maya, akhirnya ketemu satu resep yang bahannya lumeyen gampang dicari di supermarket dan sebagian juga udah punya di rumah. Cuma seperti biasa, penyakit gue yang paling akut itu kan penyakit males yaa. Jadi setelah berhari-hari resepnya ngendon doang di komputer, baru wiken kemaren akhirnya diniatin nyoba. Dan hasil jadinya ya seperti ini dech…

Oh iya, resep yang gue tuliskan di bawah ini adalah hasil modifikasi sendiri. Penjelasan lengkapnya ada di bagian bawah postingan.

chicken-tikka-masala2

Bahan-bahan rendaman:

  • 1 cup natural yogurt
  • 1 sendok makan air lemon
  • 2 sendok teh jinten putih bubuk (cumin)
  • 1 sendok teh kayu manis bubuk
  • 2 sendok teh cayenne pepper
  • 2 sendok teh lada hitam bubuk
  • 1 sendok makan jahe iris (aku pake jahe bubuk)
  • 2 sendok teh garam (atau sesuai selera)
  • 3 potong ayam fillet besar, potong hingga ukuran kecil.

Bahan Saos:

  • 1 sendok makan mentega
  • 1 siung bawang putih, dicacah halus
  • 1 jalapeno pepper, cincang halus (diriku buang bijinya supaya suami ga semaput)
  • 2 sendok teh jinten putih bubuk
  • 2 sendok teh paprika bubuk
  • 1 sendok teh garam (atau sesuai selera)
  • 1 kaleng crushed tomatoes
  • 1 cup heavy cream
  • daun ketumbar

Continue reading →

Cooking Diary: Swedish Sticky Chocolate Cake (Kladdkaka)

Hai hai hai… Mau bagi-bagi resep cake khas Swedia lagi nih. Tapi sebelumnya seperti biasa saya ngedongeng dulu yaaaah.. ;-)

* * * *

Jadi awal bulan Januari kemarin gw dan Bubu diundang ke rumah kakaknya si Bubu karena keponakan ganteng (tapi sayangnya ga bisa dishare fotonya di sini) berulang tahun yang ke-3. Pestanya kecil-kecilan aja kok. Yang diundang cuma keluarga inti dari kedua belah pihak, yang artinya lebih banyak orang tuanya daripada anak kecilnya.. hihihi…

Eniwei, yang gw kagum dari pestanya itu adalah semua makanan dibuat sendiri oleh istrinya kakak ipar. Termasuk kue ulang tahunnya yang bikin gw ketagihan. Kuenya kue apakah? yah udah bisa ditebak dari judul post ini kali yaaa.. Kuenya itu bernama Kladdkaka atau bisa juga disebut Swedish Sticky Chocolate Cake.

Ada yang pernah denger kue ini belum?

Kalau belum, sini.. sini.. Bebe jelasin. Pada duduk yang manis yaaaa. Jadi Kladdkaka ini adalah sejenis mud cake yang bagian luarnya agak keras tapi dalemnya masih kenyeeeel banget. Dan kenyelnya itu lah yang bikin enak. Apalagi kalau dimakan bareng sama whipped cream atau es krim vanilla… Uuugghh… langsung food orgasm deh. It’s that good. :like_food:

Saking enaknya, pas mau pulang dari rumah kakak ipar gw nodong resep dulu sama istrinya. Dan setelah beberapa minggu ngidam kepengen bikin (tapi selalu gagal karena ini itu), akhirnya wiken kemarin kesampean juga.. hooyaaaaah…

* * * *

Bahan-bahannya adalah:

  • 100 g mentega – lelehkan
  • 2 butir telur
  • 200 ml gula pasir
  • 100 ml tepung terigu
  • 75 ml bubuk cacao
  • 1 sendok teh vanilla sugar

Optional: 1 sendok makan rum atau cognac

Untuk baking form-nya:

  • mentega
  • tepung roti

Caranya:

  1. Panaskan oven pada suhu 175°C.
  2. Kocok gula pasir dan telur sampai rata dan adonan halus mengembang. Tambahkan lelehan mentega. Aduk lagi.
  3. Campur tepung terigu, bubuk cacao dan vanili sugar di mangkuk yang lain. Masukkan sedikit demi sedikit campuran tepung ke adonan kocokan telur dan diaduk rata. Jika mau tambah aroma lain, masukkan rum atau cognac disini.
  4. Lumuri loyang panggang (disarankan yang berbentuk bulat dengan diameter 22cm) dengan mentega dan kemudian taburi tepung roti sampai menutupi permukaan loyang tapi tipis-tipis aja.
  5. Tuang adonan kue coklat ke loyang. Letakkan loyang di oven bagian bawah dan panggang selama kurang lebih 15 menit.
  6. Keluarkan loyang dari oven dan biarkan dingin. Awalnya sih kuenya masih terasa lembek di bagian atas, tapi lama-lama akan keras juga kok.
  7. Hidangkan bersama whipped cream atau es krim vanila.

Untuk 6-8 porsi

* * * *

Continue reading →

Cooking Diary: Almond Cheesecake with Lemon

almondostkaka2aBulan Januari ini, gw dan Ridha memilih kacang-kacangan (Nuts) sebagai bahan dasar cooking challengenya 2LC (Two Litte Chefettes). Waktu pertama kali si Ridha nawarin ide ini, gw langsung setuju dengan semangat. Kepikiran mau bikin sesuatu pakai kacang kedelai, atau kacang merah. Tapi pas gw bilang ke dia, jawabannya bikin gw shock… “Be, itu kan bukan kacang-kacangan yah.. tapi biji-bijian (seeds) bukan?” Waaaaat???!!  eesumpe lo??!!

Dan emang setelah Ridha jelasin, ternyata emang kacang kedelai/kacang merah/kacang hijau itu semua termasuk dalam kategori seeds dan bukan Nuts. Dalam bahasa inggris pun perbedaannya jadi lebih jelas. Kacang merah = red kidney beans, kacang kedelai = soya beans, dll. Kalau mau lebih lanjut tentang perbedaan antara keduanya, bisa browsing sendiri di sini. La sigh.. mau bikin apaaaa ini sayaaah?

Untungnya sehari-hari kerja di supermarket itu bawa kelebihan juga. Tiap hari gw ngeliatin di rak berbagai jenis kacang yang berbeda-beda. Ada almond, pecan, hazelnuts, walnuts, dan nuts nuts lainnya (kecuali coconuts). Dari semua pilihan itu, gw memilih… Sweet almond sebagai bahan dasar masakan gw.

Untuk resepnya, gw dapet dari website salah satu supermarket gede di Swedia. Karena resepnya keliatan gampang banget dan juga gw mulai keabisan waktu untuk ikutan challenge ini, langsung hajar bleh aja kemarin. Dan hasilnya adalah… Almond Cheesecake with Lemon.

Bahan-bahannya:

  • 250 gram sweet almond – hancurkan sampai halus.
  • 4 butir telur
  • 400 gram cream cheese
  • 3/4 dl gula
  • air perasan dan kulit dari 2 buah lemon.
  • 1 1/2 dl whipped cream

Note: karena resepnya dari website Swedia, jadi ukurannya kebanyakan pake DL (Desiliter). Entah kenapa mereka seneng banget pake DL dan bukannya Mililiter. -__-”

Caranya:

  1. Panaskan oven pada suhu 175°C
  2. Campur menggunakan mixer sampai rata semua bahan di atas, tambahkan kacang almondnya paling terakhir.
  3. Tuang adonan ke dalam pingan tahan panas yang sudah dilumuri mentega (ukuran yang dianjurkan sih yang bentuknya bulat dengan diameter 21cm. Tapi karena gw ga punya, pake adanya aja di rumah).
  4. Panggang di bagian bawah oven sampai agak kaku dan warnanya coklat keemasan. Sekitar 40menit.

* * * *

Bahan-bahan sausnya:

  • 200 gram frozen berries (bisa blueberries, hallon, rapsberries, dll)
  • 1 dl gula pasir

Caranya:

  • Campurkan keduanya sampai rata. Sajikan bersama cheesecakenya.

almondostkaka

Kalau kalian liat bentuknya dan mikir “hmmm.. kok ga mirip cheesecake biasanya ya?”. Well.. karena emang ini bukan cheesecake biasa yang banyak dijual di toko kue di Indo. Cake yang gw buat ini adalah Swedish Cheesecake atau Swedish curd cake. Jadi dalam bahasa Swedia itu ada sebuah kue yang memang khas sini yang disebutnya Ostkaka. Ost = cheese, dan Kaka = cake (atau kadang cookies juga bisa). Jadilah sebutannya nyaru gitu deh sama cheesecake biasa (atau kadang disebut American Cheesecake).

Untuk makan Ostkaka ini, disarankan ketika suhunya agak suam-suam kuku alias lukewarm. Katanya sih kalau dimakan pada suhu tersebut rasanya lebih keluar dan konsistensi kuenya pun ga terlalu kaku dan keras. Pokoknya Pas lah. Agak beda kan sama cheesecake biasa yang lebih enak dimakan pas dingin, ya ga?

Nah untuk rasa resep yang gw buat ini… hmm not bad. Kombinasi kacang almond dan lemonnya pas banget. Trus walaupun samar-samar tapi masih bisa kerasa juga kejunya. Kalau ditambahin berry jam-nya itu lumayan juga sih. Tapi gw memilih untuk makannya tanpa berries-nya.

Kalo dibandingin sama cheesecake biasa, enakan mana? Hmmm… enakan yang biasa sih. Jauh lebih kerasa kejunya kalo yang itu. Si Bubu pun lebih milih frozen cheesecake yang biasa gw buat. Tapi kalo soal itu emang udah masalah selera ga sih?

Yah.. akhirnya utang gw bikin sesuatu pakai kacang-kacangan beres juga.. Uyeaaaaah..

Kalian masak/makan sesuatu yang spesial ga minggu ini?

Cooking Diary: Homemade Oreo

Halo semua, how’s the holiday went so far? Semoga semua bisa ngumpul bareng sama orang-orang tersayang yaaa.. Amiin

Aku sendiri ngabisin malam natalan di rumah mertua di Malmö tanggal 24 lalu. Tapi untuk cerita lengkapnya nanti aja yaa.. sekarang udah ga sabar mau nulis kisahku ngacak-ngacak dapur demi bikin cemilan yang satu ini… yups, homemade oreo.

Jadi beberapa hari yang lalu neng Ridha ngepost resep homemade oreo yang dia buat untuk merayakan hari kelulusan SFI-nya *congrats Ridha*. Dari sejak baca postingnya ga tau kenapa rasanya menggebu-gebu banget pingin nyoba bikin juga. Entah karena bentuknya yang unyu atau emang lagi mood tingkat tinggi buat ngetest resep baru ato gimana, pokoknya semangat banget nyeret Bubu ke supermarket buat beli bahan-bahan dan setelahnya ngerem di dapur seharian.

Bahan-bahan resep homemade oreo ini gampang banget dicari dan cara buatnya pun sebenernya ga susah. CUMAAAAAA *teteplah ada cumanya* pas proses ngebentuk-bentuknya itu lah agak-agak bikin pegel. Belum lagi niat mulia awalku itu pingin bikin step-by-step-oh-baby recipe tutorial. Artinya musti rajin-rajin fotoin tiap stepnya kan? Naaaah… baru mulai foto-foto beberapa langkah aku udah keburu bete sendiri saking ribetnya. Jadi yah yang kedokumentasi cuma sedikit deh. Itu juga baru setelah Bubu ikutan turun tangan bantuin foto. Intinya sih pegel-pegelnya karena ribet sendiri.. Huh!

homemadeoreo-1

homemadeoreo-2

Continue reading →