A New Chapter

feature-img

Nyaris setahun yang lalu, gue menulis blogpost ini, yang bercerita tentang keengganan gue melepas harapan untuk mendapat pekerjaan di bidang desain. Saat itu gue seperti masuk ke dalam masa-masa trance, dimana gue non-stop berusaha memperbaiki portfolio gue supaya terlihat lebih “menjual”, tentunya dengan harapan bahwa suatu hari nanti ada yang tertarik untuk menawarkan gue pekerjaan. Namun sejak gue mulai sekolah, keinginan untuk mencari pekerjaan seperti terhenti sementara. Niatannya sih gue...

Yang Masih Belum Jodoh

Story 1

Bulan Juli lalu gue melamar kerja sebagai designer grafis di sebuah perusahaan garmen yang kebetulan lokasinya di Helsingborg. Selang beberapa hari setelah gue kirim email lamaran, gue mendapat email dari mereka yang meminta gue untuk mengerjakan sample design simple. Tapi setelah gue tunggu beberapa minggu, ternyata ga ada kabar lagi.

Persis setelah gue posting blog post ini, di hari yang sama gue mendapat email untuk datang ke kantor mereka untuk interview terakhir. I was like super hyped! Saat interview mereka bolak balik memuji hasil design gue dan betapa designnya cocok dengan apa yang mereka cari. Tapi ternyata setelah beberapa hari, gue mendapat email konfirmasi kalau mereka memilih kandidat lain. Oh well…

(more…)

Ngeyel atau Pantang Menyerah?

Dua hal di atas sebenarnya sama atau ga sih? *lah dia nulis sendiri, bingung sendiri*.

Well eniho, masih ngomongin soal cari mencari kerja. Jadi hari Jumat kemarin gue mencapai milestone yang entah harus dibawa senang atau sedih. Milestonenya yaitu gue baru aja mengirimkan lamaran pekerjaan ke 100 gue. Yes, 100 buah lamaran dalam 1 tahun terakhir. Dan sadly, belum ada satu pun yang nyangkut secara permanen..

Aha.. ha… ha…… ha……… hah! *tawaku getir*

(more…)

Setelah Dua Minggu Berlalu

Mumpung lagi ijin ga masuk karena sukses tepaaarr, mari kita pakai kesempatan emas ini untuk cerita-cerita sajah. Sudah lebih dari dua minggu gue memulai fase baru hidup gue di Swedia. Sejak tanggal 3 Januari kemarin gue kembali masuk ke dunia kerja. Yes, I’m officially part of the “working mom” club. Karena udah 8 tahun sejak terakhir kali gue kerja kantoran, selama menanti datangnya hari perdana bekerja, hati ini rasanya dag...