Easter Weekend Roadtrip (Part-2)

Lanjut lagi di cerita perjalanan liburan paskah kemarin. Bagi teman-teman yang belum baca bagian pertama bisa menuju ke TKP yaaaa…

* * * *

Sabtu, 7 April 2012

Setelah pada hari Jumatnya seharian ujan dan berangin, hari Sabtu pagi aku berharap hari itu akan lebih cerah. Dengan gembira dan rasa penuh optimis aku ngintip jendela dapur and oh boy.. I was so….WRONG!!!!

Walaupun tipis dan ga terlalu deras, tapi di luar udah mulai terlihat ujan…SALJU.. Yuuuk marii.. Berhubung aku dan bubu udah niat jalan-jalan dan sayang juga kalau ga jadi kemana-mana padahal udah bayar sewa mobilnya, kami berdua memutuskan untuk tetap pergi. Siapa tau nanti di tengah jalan udaranya berubah cerah. Hey, you never know… it is April anyway…

Note: Untuk foto-foto di bawah ini kalau beberapa agak burem/ga fokus, maklumin aja yaaaa… abis kebanyakan ngambilnya dalam kondisi di jalan dengan kecepatan tinggi.

Bermodal GPS dari HP ku yang super canggih itu *cieeee*, kami memulai perjalanan. Sebelumnya sempet-sempetnya kami mampir dulu ke pasar swalayan dan membeli ayam panggang untuk bekal makan siang nanti. Masalahnya wiken itu kan lagi hari libur nasional, jadi kami ga tau apakah resto-resto di sekitar tempat yang akan dikunjungi itu buka ato ga… Lagipula lebih ngirit kalau beli di swalayan kan?? Hidup peliiiiit iriiiit.. hihihi..

Tujuan kami yang pertama adalah Ales Stenar di pinggir kota Ystad.

Titik A kota Malmö, titik B lokasi Ales Stenar

Kiri: Di jalan tol… Lagi-lagi sepi yaaah.. ^_^ | Kanan: Catching the storm

Ga seperti hari sebelumnya dimana kami nyoba lewat jalan biasa, hari ini kami menggunakan jalan tol. Oh iya, jalan tol di Swedia itu bentuknya mirip-mirip kayak di Indo. Bedanya kalau di sini ga perlu bayar biaya masuk tol. Karena pengguna mobil di Swedia juga ga terlalu rame, jalur di setiap arah pun ga terlalu banyak. Malah di beberapa bagian hanya ada 1 jalur aja. Sepanjang jalan tol menuju Ales Stenar, pemandangannya bisa dibilang agak membosankan.. Nyaris aku ketiduran beberapa kali saking bosennya. Tapi sempat juga kami melihat sebuah pemandangan unik. Di sebelah kiri jalan terletak sebuah patung seorang anak laki-laki yang terlihat tengah mengendarai seekor angsa.

Patung tersebut ternyata diambil dari sebuah cerita The Wonderful Adventures of Nils yang bukunya mengajarkan ilmu geografi wilayah Swedia untuk anak-anak SD. Bagus juga ya idenya.. Yang aku ga ngerti, kenapa juga ditaronya di pinggir jalan tol gitu.. Emang sih jadi gampang di liat, tapi kan namanya juga jalan tol yaa.. liatnya dalam kondisi kecepatan tinggi, mana bisa puas…??!!

Balik ke kondisi jalan menuju ke Ystad, hujan salju yang tadinya rintik-rintik malah turun makin deras. So much for the hot and sunny weather that we both hope for… Walaupun gitu semangat kami tetap membara kok, ga ngaruh lah salju di luar *songong*.

maknyus ya ujan saljunyaaa

Setelah ± 1 jam nyetir, kami sampai juga di Ales Stenar. Sampai di parkiran, aku cek-ricek angin dengan membuka jendela mobil sedikit. Ebuseeet, anginnya asli keceng abiss. Sempet jiper mau keluar, apalagi setelah diliat-liat, untuk mencapai Ales Stenarnya sendiri harus jalan menanjak beberapa ratus meter. Oh whyyy?? Akhirnya kami malah memutuskan untuk makan ayam panggangnya dulu di mobil.. Wkakakaka.. Emang dasar pasangan gembul. Kenyang ngeludesin ayam-ayam tak berdosa itu, aku dan bubu mulai jalan ke arah Ales Stenar. Oh iya, untuk melihat Ales Stenar itu gratis looooh.. Enak ya? hihihi…

Mejeng sebentar sewaktu jalan menanjak ke Ales Stenar – photo taken by bubu

mending pilih ke kanan aja kali yaa.. nyari anget… 😛 – photo taken by bubu

Ales Stenar adalah sebuah peninggalan sejarah yang bentuknya mirip-mirip Stonehenge di Inggris. Batu-batu besar berbentuk pipih di atur sedemikian rupa dalam posisi elipse. Menurut cerita rakyat orang Scania (Swedia bagian selatan dan Denmark), di tempat ini pula terletak makan seorang raja yang bernama King Ale.

Pas sampai di bagian atas, anginnya makin maknyus kencengnya. Aku yang kali ini sedikit pintar dengan meminjam jaket winter adek iparku tetap merasa kedinginan. Si bubu malah lebih parah karena cuma pakai jaket biasa, untungnya dia ngedoble kaosnya dengan sweater, jadi setidaknya agak bantu anget biar kata dikit juga. Udah gitu salju masih turun lumayan deras. Klop banget dah…

keliatan kan tuh saljunya beterbangan dengan hebohnya… – photo taken by bubu

Saking dinginnya, udah ga bisa tengil bergayaphoto taken by bubu

Karena udara yang dingin dan baju yang ga mendukung sama sekali, kami langsung buru-buru turun. Sesampainya di halaman parkir, kami nyempetin beli magnet kulkas bergambar posisi Ales Stenar dari atas. Harganya berapa ya.. Sekitar 25 kronor kali ya. Setelah itu kami mampir ke satu-satunya cafe yang buka. I really need something warm.. Ga ku ku dinginnya… Pas diliat-liat ternyata orang-orang yang nekat mengunjungi tempat ini ga sedikit loh. Parkirannya lumayan penuh juga dan selalu ada mobil yang baru datang. Mungkin mereka se-masochist aku dan bubu.. Suka menyiksa diri sendiri.. 😛

Puas menghangatkan diri dengan segelas coklat panas, aku dan bubu berjalan ke arah sebuah tempat yang dari luar terlihat seperti gudang. Pas masuk ke dalam baru ketauan kalau tempat ini adalah toko yang menjual produk seafood. Beberapa produk sudah dibumbui, sisanya masih merupakan bahan mentah. Tadinya aku mau beli beberapa potongan ikan, cuma kata bubu.. “mahal ah, ga usah” yaaaaaa… Kok gituuu… *pundung*. Karena ga ada yang mau dibeli dan kondisi tokonya makin lama makin ramai, kami kembali ke mobil. Tujuan kami berikutnya adalah museum Glimmingehus yang terletak di sebuah kota bernama Simrishamn. Setelah dari sana rencananya dilanjutkan menuju sebuah tempat wisata yang bernama Kungsgraven di daerah Kivik.

Simrishamn ada di titik C dan Kivik terletak di titik D

Glimmingehus dari kejauhan

Glimmingehus ini merupakan bekas pusat pertahanan di masa perang dulu. Dibangun oleh pemerintah Denmark karena sebelumnya propinsi Skåne ini memang milik Denmark. Bagaimana bentuk dalamnya?? Saya juga ga tau.. wkakakakak. Jadi pas sampai parkiran museum, aku dan bubu duduk-duduk di mobil sebentar dan ga ada yang siap-siap ngambil jaket atau gimana. Ternyata kami berdua sama-sama males keluar lagi dari mobil… hahaha.. Kalo dipikir-pikir sih konyol. Udah jauh-jauh nyetir, sampe tempatnya malah males… We both blamed the weather for being so damn lazy… 😛 Paling enak emang kalo nyalahin keadaan.. hihihi…

karena males, cukup foto-foto dari mobil aja…

Kelar males-malesan di dalam mobil, perjalanan kami lanjutan menuju ke kota Kivik. Rute kami ternyata melewati berbagai macam padang pertanian yang luas. Di sela-sela rumah terkadang terlihat gereja di sana sini. Kalau katanya bubu, banyaknya gereja di daerah pedesaan ini dikarenakan jaman dulu status kemakmuran sebuah desa diukur dari seberapa besar gereja setiap desa bisa bangun. Semakin bagus dan megah, artinya desa itu ditinggali oleh para petani kaya. Oleh karena itu setiap desa berlomba-lomba membuat gereja-nya masing-masing.

salah satu gereja di tengah pedesaan

Wuuuihh.. udah panjang aja nih postingannya… mending lanjut ato ga yaaa???

Lanjut aja lah yaa sekalian.. udah kepalang tanggung..

Okey, where were we? oh iya.. otw ke Kivik yaaa? Kungsgraven atau terjemahan bebasnya berarti Makam Sang Raja ini adalah objek wisata yang literately berziarah ke sebuah makan. Bentuk makamnya unik banget. Batu-bantu bulat besar ditumpuk berbentuk sebuah bukit kecil dan di dalamnya lah kita bisa melihat makan sang raja. Sama seperti Ales Stenar, untuk masuk ke objek wisata ini gratis. Aku dan bubu nyoba jalan ke dalam tomb. Di sana hanya ada 1 buah ruangan yang besarnya sekitar 3½ m x 2½m. Aku berada di dalam ruangan terlalu lama, mungkin cuma 1½ menit kali ya.. Entah kenapa, hawa-nya ga enak aja di dalem. Tiba-tiba aja aku ngerasa deg-degan luar biasa. Padahal “pintu” masuknya paling hanya berjarak 2-3 meter dari makam tapi rasanya aneh di dalam sana.

Kiri: Jalan menuju tomb-nya | Kanan: “Pintu” masuk tomb – posisi makamnya persis dibalik kayu-kayu itu

Dari Kivik, kami memutuskan untuk langsung pulang ke Helsingborg. Pas ngecek GPS, ada 3 rute berbeda yang bisa kami tempuh. Bubu memilih rute pertama yang memang menurut perhitungan GPS-nya adalah rute tercepat. Pilihan bung bubu ini ternyata tepat sekali. Inget kan kalau seharian ujan salju? Nah sebelumnya aku sempet misuh-misuh karena udaranya jadi dingin abis. Sekarang aku malah bersyukur banget kalau sebelumnya hujan salju. Karena kalau ga, gimana bisa aku dapetin foto-foto seperti dibawah ini…

Indah banget ga seeeeeeh ????? Kalau kata Niee, serasa di dalam hutan misteri dengan berbagai macam peri tinggal di sana.

Bagian terakhir perjalanan hari itu hanya diisi rute jalan tol aja. Ajaibnyaaaa, kira-kira setelah melewati daerah Malmö, udaranya langsung cerah ceria gegap gempita bahagia. Langitnya biru lengkap dengan hiasan awan putih bak kapas dimana-mana. Ga ada tuh sisa-sisa kenyataan pahit kalau sebelumnya hujan salju dari pagi hari. See, bener kan kata-kataku tadi.. you just never know how’s the weather gonna turn out.. Biar kata telat terangnya tapi ga papa lah.. ya ga?

Ceria ya cuacanyaaaa…

Yah itulah cerita roadtrip hari ke-2 aku dan bubu… Panjang bener ya joooo postingnya… *ngos-ngosan ngetik* *lap keringet*. Di post berikutnya aku akan bercerita tentang kunjungan kami ke Kullen Lighthouse.. Bukan ini bukan lighthouse miliknya Edward Kullen kok.. #krik #nicetry…

Stay tune guys…

Advertisements

More about Bébé

An Indonesian who currently living in Helsingborg, Sweden. A wife and a mom of two cute baby girls. A gadget-freak, manga lover and k-pop listener. Has a passion for photography. Love traveling and cooking.

46 thoughts on “Easter Weekend Roadtrip (Part-2)

  1. en-emy

    hebat bisa nerusin nulis catatan perjalanannya. sebagai temen, saya bangga! punya gue aja stuck. udah keburu basi deh

    btw, coba lagiiii nanti jalan-jalan pas cuacanya cerah ceria. cakep yaa emang kalau langit cerah itu. foto juga lebih bagus. ya asal mr. sun nya jangan kenceng2 aja.

    Reply

    1. Bébé

      Makanya gw buru2 ngelarin biar ga keburu kelamaan nulisnya.. Hahaha…

      Iya sih, lebih enak jalan2 pas matahari lagi ceria… Cuma nyari mataharinya susah boook.. Doi diumpetin awan mulu..

      Reply

  2. Mayya

    Pokoknya jangan ketularan emy, cerita perjalanannya mandek, penonton kuciwa

    Yah, bebe masak udah jauh2 pergi, malah Glimmingehus gak dilirik dalemnya? Kan aku jadi penasaran >_<

    Waktu di Kungsgraven itu udah liat makamnya kan baru keluar? Klo gak ada foto makamnya, berarti bebe udah ketakutan nih hehehe…

    Aku suka foto pohon2 bersalju itu beeee! Serasa di Narnia kali yaaaa ^^

    Reply

    1. Bébé

      Hahahaha.. haik haik..

      Sengaja May, biar ada ceritanya lagi di lain waktu.. *ngeles* Alhamdulillah lokasi nya ga jauh2 banget, jadi si bubu diajakin ke sana lagi masih mau ^__^

      Boro2 mau foto2 May, baru masuk beberapa langkah aja suasananya udah ga enak.. padahal aku bukan tipe yang sensitif loh.. Ga kepikiran deh foto2..

      Hihihihi.. iyaaa.. saking terpesonanya, sempet kelupaan foto2 gitu.. sampe si bubu ngingetin buat ambil kamera.. hahaha..

      Reply

  3. ridha

    Waaaah.. awal april kemaren aku sempet ke ystad, ade ipar (yang ga rela dipanggil ade krna lebih tua) tinggal disna. Btw itu patung anak kecil naik angsa itu juga ada di duit 20an.
    Ales stenar itu keren deh, bener2 mirip stonehenge. pengen aaaaah kesana kapan2 ^^
    Untung aja bebe ga punya ilmu ngeliat yang “halus”, klo ga di makam itu pasti banyak yang bisa diliat deh selain makamnya :p

    Reply

    1. Bébé

      *ngecek duit 20-an*
      Eeeeeeh… beneran adaaaaaa…. baru ngeh.. hahahaha..

      Iya Dha.. harus kesana deh.. Tapi tunggu cerah dulu udaranya.. Pasti lebih seru..

      Alhamdulillah untungnya aku ga sensitif yaaaa… ga punya kemampuan liat yang halus2 aja udah ga enak feelingnya.. apalagi yang bisa.. Apalagi makamnya udah tua banget tuh..

      Reply

  4. Tikka

    fotonya bgs2, setuju sama bebe, fotonya kayak ada peri di dalemnya :p

    Reply

    1. Bébé

      Thank you… suasana hutannya mistis banget yaaa…

      Reply

  5. zilko

    Ah, iya ya, Ales Stenar penampakannya mirip Stonehenge gitu, hehehe…

    Btw, kayaknya arsitektur Swedia agak beda ya sama arsitektur Belanda/Jerman gitu *ya iyalah, wong arsitektur Belanda sama Belgia aja udah beda, wkakakaka *

    Disini juga sama, masuk jalan tolnya nggak bayar, huahaha . Tapi kalau pas jam rush hour (jam berangkat/pulang kantor) gitu kadang macet juga loh…

    Wah, asyik tuh, berarti disambut dengan hangat oleh Helsingborg dong ya, hahaha

    Reply

    1. Bébé

      Kalau Ales Stenar ga terkenal karena kurang muatan dongengnya kali yaa.. Kalau stonehenge kan ada hubungannya sama kisah king Arthur tuh kalo ga salah..

      Bentuk arsitekturnya Swedia lebih mirip ke daerah Denmark & Norway.. Sukanya pakai atap berwarna hijau pupus gitu.. Mungkin Finland juga mirip2.. tapi ga tau juga deh..

      Wah ada macet juga disana? hahahaha.. Di sini jarang banget denger kata macet. Kadang2 pernah sih tapi seringnya karena lagi ada pekerjaan umum di jalan atau kecelakaan.

      hahahahaha.. iya disambut dengan tangan terbuka sama Helsingborg.. Welcome Home katanya.. wkakakak..

      Reply

  6. ellalae

    kalau ngeliat di peta, lumayan jauh juga ya jalan-jalannya kak..
    tapi melihat hasil foto2nya ya cihuy.. oke deh.. 😀
    udah nih ceritanya? udah? yaaaah… pembaca kcewa.. kkk~

    Reply

    1. Bébé

      Jaraknya dari Malmö – Ales Stenar – Simrishamn – Kivik kurang lebih 128 km.. Mirip-mirip Bekasi – Bandung hihihi.. Ga jauh lah yaaa..

      Ihiiiy.. cihuy kan fotonyaaaaa.. ciapa duluuuu… 😛

      Tenaaaang, masih ada bagian ke-3 kok… jangan bosen dulu yaaaaaa..

      Reply

  7. Pepipepo

    Waaaaaah Be, keren banget tempatnya. Arsitekturnya juga cakep 😀 seandainya masuk tol di indonesia ga bayar, pasti gue udah bolak balik jakarta bandung kali yaaa secara tol cipularang mahalnya amit amit neeyk.

    Reply

    1. Bébé

      Ahahahahahaa… Berat di ongkos ya bok? Emang sekarang berapa sih? Gw dulu jarang banget ke Bandung, jadi ga pernah hafal biaya tol-nya..

      Reply

  8. niee

    mbak bebe.. yg paling bagus dr tulisan di atas adalah nama aku ada disana.. hahahaha 😆

    pas aku lihat petanya. busyet itu jauh bener.. eh pas baca jarak waktunya cuma sejam berarti emang deket banget yak.. ya bubunya gak bakalan capek nyetir deh.. hehe..

    yg paling aku suka itu ales stenar.. kalau joged2 keliling diantara batunya sepertinya romantis deg :p

    Reply

    1. Bébé

      Huaaaaa…. Masa sisanya ga bagus jugaaaaa?? Aku jadi cedih dech.. 😛

      Apalagi ditambah kondisi jalannya kosong banget, jadi bisa santai bawa mobilnya… Tapi kita kadang suka berenti sih, mampir2 ke pinggir pantai.. Cuma karena ujan, mejeng aja di mobil.. Wkakakakak..

      Ahahahaha… Joget2nya sambil kepalanya cilukba kanan-kiri ya? 😛

      Reply

  9. Leony

    Aaahhhh… you make me miss the snow very very badddd…..

    Reply

    1. Bébé

      But why?? Its super cold… Hehehehehe… Tapi gw juga suka liat salju kok..nuansanya selalu beda.. Agak2 mistis gimana gitu…

      Reply

  10. arman

    wuiii iya foto jalanan yang kanan kirinya ranting2 pohonnya serba putih itu asli baguuusss banget!

    Reply

    1. Bébé

      Iyaaaa.. Itu juga bagian favorit gw tuh…

      Reply

  11. Angel

    Bagus2 fotonya! Bikin jeles pengen liburan kesana juga :))
    Btw, bagus2 ya pemandangannya xD

    Reply

    1. Bébé

      Makasiiiih..

      Iyaaa, pemandangannya emang bagus banget… Terutama yang ngelewatin hutan bersalju itu.. Aku aja sampe sekarang tiap liat fotonya langsung kebayang2 aslinya..

      Reply

  12. damz

    Salut euy, musim begini masih semangat berkegiatan di luar rumah 🙂 Gue sih ngeliat langit abu-abu (apalagi kalo salju turun) bawaannya pengen ngamar aja 😀
    Ditunggu lanjutan ceritanya!

    Reply

    1. Bébé

      Hahahaha… abisan keburu pede kalo udaranya bakalan ok.. Ternyata malah turun salju lagi.. hahaha..

      Siph, tackar udah baca2 yaa.. ^_^

      Reply

  13. bubbles

    Foto2nya bagus banget be, apalagi yg di jalan itu dengan pepohonan bersalju di sebelahnya. Kayak mystical woods. Ales Stenar looks like an interesting place to go to, bener mirip Stonehenge ya. Ahhh foto2nya bikin gue pengen ke Eropa 🙂
    Udaranya bipolar yaks be hahaha. Sama kek disini. Pagi anget, siang dingin. Atau kebalikannya.

    Reply

    1. Bébé

      Kalau Stonehedge mungkin lebih “mistis” kali yaaa.. soalnya kan ada kisah Raja Arthur juga tuh..

      Hihihihi… kan biar pada main ke Swediaaa.. jadi aku ada temennya..

      Hahahahahaha.. ho’oh, kalo kata anak abegeh mah “Labil..” 😛

      Reply

  14. epi

    yg foto catching the storm itu keren banget loh be, gue pas liat lgs merinding kebayang disana hahahaha (kebayang muncul zombie di jalan yg kosong itu *lho?*) duh jd pgn kesanaaaa 😀

    Reply

    1. Bébé

      Itu fotonya dari ipon loooh pi.. trus diedit disitu juga.. keyen yaaah.. 😛

      Huahahaha… emang mendukung ya buat muncul zombie.. hahaha.. jadi atut..

      Reply

  15. Nova

    kalo liat petanya, jarak antara malmo ke ales stenar kayaknya jauh juga ya be? trus itu bubu nyetir dengan kondisi jalan seperti itu apa nggak ngantuk?

    fotonya bagus2, suka banget! yang foto pohon2 itu bikin inget film2 tentang perang dunia ke-2.. trus, tumben nih nggak ada foto makanan.

    hehehe..

    Reply

    1. Bébé

      Ga terlalu jauh kok.. Jaraknya kayak Bekasi – Bandung (128 km). Si bubu karena ini pertama kali dia nyetir jauh-jauh, jadinya fresh banget.. deg2an soalnya dia.. Hahahahaha..

      Hihihihi.. abisnya ga wisata kuliner, jadi ga bisa foto2 makanan deh.. Makanannya bawa dari rumah aja.. 😀

      Reply

  16. ndutyke

    mirip-mirip Stonehenge di Inggris. Batu-batu besar berbentuk pipih di atur sedemikian rupa dalam posisi elipse

    >> curiga aku, itu batu-batu jaman dulunya DISEMBAH sama aliran animisme-dinamisme….

    BTW…. dikau imut yaaaak, macam masih mahasiswa deeeeh

    Reply

    1. Bébé

      ahahaha.. bisa jadi… siapa tau.. hahahaha..

      aduuuh.. jadi enak nih masih dianggep mahasiswi..

      Reply

  17. Leny

    Glimmingehus terlihat angker.. kayaknya seru tuh be kalo uji nyali di sana
    isssh itu foto pohon2 yang bersalju keren aja! mengingatkan daku akan film narnia.. hehehe

    Reply

    1. Bébé

      Pas aku baca2 ternyata bukannya keliatan lagi.. tapi emang angker.. huhuhuhu… Katanya tiap summer ada acara di sana yang isinya para peserta pada cerita2 serem gitu deh… ga mauuu ikutan.. hahahaha

      Lah itu fotonya emang di Narnia loooh.. #delusi akut

      Reply

  18. kania

    aduh mbaaaaa,,,guling2 saking bagusnya foto2nya,,,ileraaaan…kalo aku bisa nyampe kesana, tiap 1 meter kayanya mesti ambil foto*kampungan*

    Reply

    1. Bébé

      ahahahaha… tenaaang.. diriku yang udah nyaris 2 tahun tinggal di sini juga mirip2 kok.. Kemarin sayangnya ga boleh berenti sembarangan tuh, kalau boleh mah udah maksa bubu buat parkir kali.. trus foto kanan kiri atas bawah..

      Reply

  19. Rio

    hej hej….

    poto jalanan yang bersalju nya keren abeeeezzz…..jadi pengen balik ke Skane hix hix hix

    Reply

    1. Bébé

      Hej.. hur mår du? Istri kapan melahirkan? hihihi

      Hayuk atuuuuh balik lagi kemarih.. Cari2 kerja gitu di Swedia.. ^__^

      Reply

  20. Pepipepo

    Kurleb ngabisin 50 ribu buat tol cipularang. Hahaha *nangis kejer* btw photo pohon yang kena salju di kanan kiri jalan bagus deh be. Kayaknya jij berhasil melahap habis ilmu photography ya 😀

    Reply

    1. Bébé

      Haaaaaaah… lumayan juga ya bok kalo sering2, bisa bikin tongpes juga…

      Hihihihi… masa sih? masih belajar terus kok.. Kalo liat yang udah canggih, masih jiper bawaannya.. uhuhuhuhuhu…

      Reply

  21. Easter Weekend Roadtrip (Part-3) | { a Memory Bliss }

    […] kami pada liburan paskah yang lalu. Setelah berwisata di tengah hujan (cerita hari pertama) dan salju (cerita hari kedua), pada hari ke-3 ini aku udah ga berharap banyak. Terserah aja lah… Eh tak ku duga… tak […]

    Reply

  22. anggie

    Ahhh….. fotonya bagus2 semuwaaaaa.. Apalg di ales stenar n hutan saljunya.. kereeen abiizzz

    Reply

    1. Bébé

      ma’aciiih.. Yang hutan salju bener2 faktor keberuntungan banget tuh sebelumnya ujan salju deres banget..

      Reply

  23. misstitisari

    itu ya Be nuansa misterinya dapetttt banget di fotofoto hutan itu
    keren!!!
    tapi favorit aku adalah foto yang ‘catching the storm’ keren abisss!!

    Reply

    1. Bébé

      Ternyata berpergian pas cuaca jelek ga selama bikin bete yaaaaah.. buktinya aku jadi bisa dapet foto2 di atas.. hihihi..

      Kalau lewat hutannya langsung, lebih berasa lagi Ties..

      Reply

  24. The Holiday (Part-1) | { a Memory Bliss }

    […] bagian ujung selatan Swedia untuk ngeliat Ales Stenar. Tentang si Ales Stenar bisa lihat di postku yang ini ya.. Ga tau emang udah masuk musim gugur atau udaranya lagi jelek ato gimana, tapi hari itu masih […]

    Reply

Why not leave a comment. It's free of charge :P